Menjaga Kesehatan Kolam Budidaya Ikan Tawar

Diposkan oleh : / On Budidaya

Ada beberapa cara yang cukup efekti untuk menjaga lingkungan kesehatan budidaya ikan tawar, cara-cara tersebut dapat di lakukan sebagai berikut:

a. Sanitasi kolam ikan

Sanitasi kola ikan tergolong mura biayanya dan mudah di laksanakan. Kolam hanya perlu di keringkan dan di jemur di terik matahari secara teratur setiap selesai panen. Sementara di lakukan pengeringan dan penjemuran, biasanya di lakukan pula perbaikan ringan seperti keduk taplok, yaitu menambal bocoran bocoran pada pematang atau membuang kelebihan lumpur. Lama pengeringan tergantung pada kondisi cuaca. Bila hari cukup panas penjemuran biasanya hanya 4-7 hari sudah cukup atau tergantung juga kolam sudah terlihat mengering atau belum.

Pengeringan kolam budidaya ikan

Pengeringan kolam budidaya ikan

Selain pengeringan dan penjemuran, sanitasi kolam dapat di lakukan melalui pengapuran kolam. Cara ini sangat bermanfaat karena dapat mempertinggi produktivitas kolam dan juga bisa membersihkan kolam dari jasad-jasad hama dan penyebab penyakit ikan. Caranya sebagai berikut:

1). Gunakan kapur tembok Ca (OH)2, kapur sirih (CaO), atau kapur pertanian (CaCO3) sebanyak 200 gram/meter2. Caranya tebarkan kapur tersebut secara merata di permukaan dasar kolam kemudian alirkan air kolam kira-kira setinggi 10 cm.

2). Biarkan keadaan demikian (mcak-macak) selama 7 hari.

3). Setelah itu tambahkan ketinggian air hinga mencapai ketinggian semula. Ketinggian air normal untuk pemeliharaan ikan bervariasi antara 60-80 cm.

4). Kolam kini siap di tebari ikan.

Desinfeksi kolam juga bisa menggunakan PK (Kalsium Permanganat). Pada kolam kosong (belum di tebari ikan), dosis nya 10-20 mg/liter air dan biarkan kurang lebih 2jam. Desinfeksi kolam yang berisi ikan, dosis nya adalah 3 mg/liter air dan biarkan selama kurang lebih 12-24 jam. Untuk menghemat penggunaan PK, turunkan permukaan air hingga 20 cm, tentukan luas kolam dan hitung volume air kolam. Taburkan PK ke seluruh permukaan air kolam secara merata, tetapi bila kolam berisi ikan, PK terlebih dahulu di larutkan ke dalam ember lalu percikan ke seluruh permukaan air kolam. Selama desinfeksi, lubang pemasukan dan pengeluaran air di tutup. Setelah mencapai waktu yang di tentukan, pintu pemasukan dan pengeluaran air di buka lagi hingga mencapai ketinggian semula serta warna air kolam normal kembali.

b. Sanitasi peralatan kerja dalam budidaya

Peralatan yang selalu di gunakan untuk kerja dalam setiap produksi harus dalam keadaan bersih dari hama. Untuk itu, sebelum di gunakan sebaiknya di rendam dahulu dalam larutan PK 20 mg/liter atau larutan kaporit 0,5 mg/L selama 30 menit.

Para petugas yang setiap saat menangani produksi juga harus membiasakan diri melakukan sanitasi terhadap badan. Kaki dan tangan di cuci dengan sabun atau jenis desinfektan lain setiap kali sebelum dan sesudah menangani ikan. Bila mana perlu, di lokasi di lokasi budidaya di sediakan desinfektan setiap saat untuk keperluan sanitasi bagi para pengunjung yang sewaktu-waktu datang ke area perkolaman.

Peralatan budidaya di rendam PK

Peralatan budidaya di rendam PK

Bagikan Artikel Ini Ke Teman Anda.

Facebook Twitter Google+

Tentang Penulis

Penulis banyudadi
Diposkan oleh :

Banyudadi adalah penyedia dan penyalur benih ikan air tawar, seperti: Gurame, Lele, Nila, Bawal, Patin, Ikan mas, Graskap, Tawes, Nilem, Gabus dan juga beberapa jenis ikan hias seperti: Koi, cupang, Komet, dll yang dihasilkan dari produksi para kelompok-kelompok petani perikanan yang terdaftar di Dinas Perikanan Prop. DI. Yogyakarta maupun Dinas Perikanan se-Kab. di DI. Yogyakarta.

Baca Juga Artikel Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.