Mengenal Ikan Bawal Air Tawar

Bawal air tawar (Colossoma macropomum) merupakan salah satu ikan introduksi dari Amerika Latin atau Amerika Selatan, dan saat ini menjadi salah satu ikan penting dalam budi daya air tawar. Ikan ini memiliki pertumbuhan relatif cepat dibanding beberapa ikan air tawar lainnya.

Selain merupakan ikan konsumsi, benih BAT dipajang di akuarium sebagai ikan hias. Penampilan BAT yang mirip ikan piranha menjadi daya tarik bagi ikan ini sehingga dipajang di akuarium sebagai ikan hias. BAT juga menjadi ikan penting untuk usaha kolam pemancingan. Sebagai ikan omnivor yang memakan segala macam makanan, BAT mudah dipancing sehingga sangat disukai oleh pemancing.

BAT cocok dipelihara di kolam terpal karena ikan ini tahan hidup di perairan dengan kandungan oksigen rendah (<2 ppm (part per million). Namun, untuk tumbuh optimal, kandungan oksigen yang baik untuk BAT antara 3-6 ppm. BAT memiliki sistem pernapasan yang baik karena insangnya memiliki permukaan alat pernapasan yang lebih luas.

BAT adalah ikan asli di sungai Amazon, Brazil dan sungai Orinoco, Venezuela. Ikan ini diintroduksi ke Indonesia sebagai ikan hias, namun kemudian dipelihara juga sebagai ikan konsumsi. Di sungai Amazon dan sungai Orinoco, ikan bawal merupakan ikan penting dalam produksi perikanan tangkap.

Secara fisik BAT mempunyai bentuk tubuh membulat (oval) dengan perbandingan antara panjang dan tinggi 2:1. Bila dipotong secara vertikal, BAT memiliki bentuk tubuh piph tegak (compressed) dengan perbandingan antara tinggi dan lebar tubuh antara 4:1. Bentuk tubuh BAT menandakan gerakan bawal tidak cepat (lambat). Warna tubuh bagian atas kuning kehijauan, abu-abu tua atau abu-abu gelap, sedangkan bagian bawah berwarna putih. Pada ikan dewasa, bagian tepi sirip perut, sirip anus, dan bagian sirip ekor berwarna merah.

Kepala BAT berukuran kecil dengan mulut terletak diujung kepala, tetapi agak sedikit ke atas. Matanya kecil dengan lingkaran berbentuk seperti cincin. Rahangnya pendek dan kuat serta memiliki gigi seri yang tajam. Karena itu, BAT dapat menggunakan gigi serinya yang tajam untuk memotong berbagai makanan berukuran besar, seperti daun-daunan. Gigi yang tajam ini juga dapat digunakan untuk memotong kayu dan bambu yang sudah lapuk di dalam air.

Sisik BAT berukuran kecil dan berbentuk stenoid (ctenoid), di mana setengah bagian sisik belakang menutupi sisik bagian depan. Jumlah sisik pada garis rusuk (linea lateralis) antara 78-84 buah. Sirip punggung tinggi kecil dengan satu jari-jari keras yang tidak tajam, sedangkan jari-jari lainnya lunak. Berbeda dengan sirip punggung bawal laut yang agak panjang, sirip BAT letaknya agak bergeser ke belakang. Sirip dada, sirip perut dan sirip anus kecil dan jari-jarinya lunak. Sirip perut dan sirip dubur terpisah, sedangkan pada bawal laut sirip perut dan sirip duburnya menyatu. Pada sirip ekor, jari-jarinya lunak, tetapi berbentuk cagak.

Bila dilihat sekilas, ikan BAT dan bawal laut memang mirip, apalagi jika dilihat dari bentuk kepalanya yang hampir sama yaitu bentuk bulat dan mempunyai lubang hidung yang agak besar. Mungkin itulah alasan mengapa Colossoma marcopomum dijuluki BAT. Petani ikan menyebutnya bawal saja. Di Amerika Serikat dan Inggris disebt red bally pacu karena bagian perutnya berwarna kemerahan. Di Amazon (Brazil) di sebut tambaqui, di Venezuela disebut cachama atau morocoto, di Peru disebut gamitama, di Columbia disebut cachama negro.

Habitat BAT adalah sungai. Hidupnya bergerombol di daerah yang aliran sungainya deras, tetapi ditemukan pula didaerah berair tenang, terutama saat benih. Bawal hidup dengan baik pada ketinggian antara 100-800 meter di atas permukaan laut dengan suhuair 25-30 C. Namun BAT dapat beradaptasi dengan lingkungan hingga 0 m dpl. Artinya, BAT dapat dipelihara dari 0-800 m dpl.

BAT digolongkan ke dalam omnivor atau ikan pemakan segala, baik hewan maupun tumbuhan. Banih BAT lebih bersifat karnivor atau pemakan hewan. Jenis hewan yang paling disukai adalah Crustacea, Copepoda dan Ostracoda. Setelah dewasa, BAT memakan hewan dan tumbuhan, sehingga dalam pemeliharaannya dapat diberikan pakan buatan berupa pelet yang mengandung protein 25-27 %. Pelet dengan protein tersebut sudah cukup untuk memacu pertumbuhan BAT. BAT juga diberi makanan tambahan berupa ikan-ikan kecil, daging keong mas, daun singkong, daun ubi jalar, kol atau kulit nanas.

Dalam pembenihan buatan, larva ikan BAT hingga umur 8-9 hari diberi pakan tambahan berupa artemia. Setelah itu, diberi cacing sutera sampai umur 14 hari. Selain artemia dan cacing sutera, rotifera jenis Brachionus sp, juga diberikan kepada larva bawal umur 4-6 hari. Larva bawal umur 6-9 hari diberi kutu air jenis Moina yang baru menetas dan pada umur 9-14 hari diberi kutu air dewasa.

Benih BAT bersifat kanibal atau saling memangsa sesamanya. Sifat kanibal ini muncul setelah kuning telur (yolk sack) pada tubuhnya habis. Pada kondisi ini, pakan harus cukup tersedia. Apabila diamati kebiasaan makannya, bawal tergolong ikan yang suka makan dibagian tengah perairan.

Di alam aslinya BAT biasanya memijah pada musim hujan. Brazil dan Venezuela, pemijahan bawal terjadi pada bulan Juni dan Juli. Di Indonesia, kematangan gonad BAT terjadi pada bulan Oktober sampai April.

Sebelum musim pemijahan tiba, induk yang sudah matang gonad akan mencari lokasi yang cocok untuk melakukan pemijahan. Daerah yang paling disukai adalah hulu sungai yang biasanya pada musim kemarau panjang mengalami kekeringan, sedangkan pada musim hujan tergenang. Daerah seperti ini dapat memberi rangsangan dalam memijah.

Saat pemijahan berlangsung, induk jantan akan mengejar induk betina. Induk betina kerap kali membalas dengan cara menempelkan perutnya ke kepala induk jantan. Apabila telah sampai puncaknya, induk jantan dan induk betina akan mengeluarkan telur dan induk jantan mengeluarkan sperma untuk membuahi telur-telur tersebut.

Telur-telur yang sudah terbuahi akan tenggelam, tetapi tidak menempel pada tanah atau benda-benda lainnya di dasar perairan. Dalam beberapa menit diameter telur akan mengembang 3-5 kali lipat dan akan melayang bila kena aliran air. Bila suhu optimal, telur akan menetas dalam waktu 18-24 jam. Larva yang baru menetas akan mencari daerah yang aman dengan air yang tenang agar tidak terbawa arus.

Di habitat aslinya, BAT mencapai matang gonad pada umur 4 tahun atau apabila pertumbuhannya normal, ikan mencapai berat 4 kg. Akan tetapi, BAT yang telah beradaptasi dengan lingkungan perairan tropis ternyata mengalami kematangan gonad lebih cepat. Di Indonesia, BAT jantan umur 2,5 tahun dengan berat 2,5 kg sudah matang gonad. Sedangkan ikan betina mencapai matang gonad pada umur 3 tahun dengan berat 3 kg. Akan tetapi, ikan yang dipilih sebagai induk sebaiknya telah berumur 3 tahun dengan berat 3 kg untuk induk jantan dan 4 tahun dengan berat 4 kg untuk induk betina. Induk betina dengan berat 4 kg dapat mengeluarkan 500.000 butir telur.

Bagikan Artikel Ini Ke Teman Anda.

Facebook Twitter Google+

Tentang Penulis

Penulis banyudadi
Diposkan oleh :

Banyudadi adalah penyedia dan penyalur benih ikan air tawar, seperti: Gurame, Lele, Nila, Bawal, Patin, Ikan mas, Graskap, Tawes, Nilem, Gabus dan juga beberapa jenis ikan hias seperti: Koi, cupang, Komet, dll yang dihasilkan dari produksi para kelompok-kelompok petani perikanan yang terdaftar di Dinas Perikanan Prop. DI. Yogyakarta maupun Dinas Perikanan se-Kab. di DI. Yogyakarta.

Baca Juga Artikel Ini

2 thoughts on “Mengenal Ikan Bawal Air Tawar

  1. Mas Anto

    Annas

    Mas minta infonya tentang ikan cupang
    sudah saya invite lewat BBm atas nama “Annas Wahyu Wijaya”
    mohon di acc

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.