Mengenal Belut

Diposkan oleh : / On Budidaya Belut

Belut (swamp eels) oleh sebagian orang dianggap sebagai hewan yang menjijikan. Bukan hanya karena hidup di lumpur atau pada perairan tergenang seperti sawah dan rawa-rawa, tetapi juga karena bentuk tubuhnya mirip ular walaupun tidak bersisik. Namun demikian, belut merupakan hewan yang digolongkan ke dalam bangsa ikan.

mengenal belut indo

Cirinya yang paling menonjol sebagai ikan adalah mempunyai insang dan tetap bergantung pada air. Sekalipun belut dapat bertahan hidup di dalam lumput atau tanah becek tanpa air, bahkan pada sawa yang mengering namun dalam bereproduksi belut tetap membutuhkan air. Karena itu pemijahan belut hanya terjadi selama musim hujan atau pada lingkungan yang mempunyai air.

Belut memang bisa bertahan hidup pada sawah atau rawar awa yang mengering, asalkan masih lembab atau kulit belut masih basah. Belut akan mati kekeringan bila kekeringan berlangsung panjang sehingga tanah menjadi kering dan tubuh belut pun mengering. Bila terjadi kekeringan dan di tempat yang semula ditempati belut, maka belut akan berpindah mencari tempat yang masih mengandung air untuk bertahan hidup. Belut, sebagaimana semua jenis ikan, sekalipun bertahan hidup tanpa air, namun akan mati jika terjadi kekeringan yang panjang dan belut tidak menemukan tempat yang berair. Belut bisa hidup di danau atau rawa-rawa tanpa lumpur. Karena itu, belut dapat dipelihara di kolam, bak, akuarium atau wadah Iainnya tanpa lumpur sebagaimana pemeliharaan ikan lainnya.

Informasi ini memperjelas bahwa, belut adalah ikan. Tidak ada hubungan antara belut dan ular, sekalipun tubuh kedua hewan tersebut sangat mirip. Tubuh belut memang mirip ular atau tubuh ular mirip belut, tetapi belut bukan ular dan ular bukan belut. Kedua hewan ini berasal dan bangsa yang berbeda.

Selain belut, ikan yang mempunyai tubuh mirip ular cukup banyak, seperti sidat (Anguilla sp), ikan ladu (Muraena picta), ikan cunang (Muarenesox tabalon), ikan ular boro (Ophichthys boro), ikan brotulida (Neobythites nigromaculatus) sidat bintik (Otophidium taylori), sidat bulu angsa (Xiphasia setifer), sidat listrik (Electrophorus electricus), sidat pasir (Ammodytes personatus), cendro (Tylosurus sp), dan sebagainya.
A. KLASIFIKASI BELUT

Di dalam buku karya Hasanuddin Saanin (1984) berjudul Taksonomi dan Kunci Identifikasi Ikan disebutkan, ordo Synbranchoidea dan famili Synbranchidae mempunyai tiga genus yaitu genus Monopterus, Macrotema, dan Synbranchus. Ketiga genus tersebut masing-masing memiliki satu spesies yaitu Monopterus albus (Zuieuw), Macrotema caligans (Cant), dan Synbrachus bengalensis (Mc Clell). Demikian pula buku yang ditulis Burhanuddin (2008) berjudul Ikhtiologi, Ikan dan Aspek Kehidupannya, menyebut ordo Synbrachiformes (Synbranchii) merupakan ikan yang hidup di perairan tawar dan payau, dan mempunyai tiga genera/genus, yaitu Synbranchus, acrotema, dan Monopterus.

Sementara pada buku karya Kottelat et al, (1993) berjudul Ikan Air Tawar Indonesia Bagian Barat dan Sulawesi, disebutkan bahwa ordo Synbracnhiformes, famili Synbrachidae hanya mempunyai dua genus, yaitu genus Monopterus dan Ophisternon. Kedua genus tersebut masing-masing mempunyai satu spesies yaitu Monopterus albus dan Ophisternon bengalense. Nama Ophisternon bengalense pada buku-buku terdahulu disebut Synbrachrius bengalensis.

Berdasarkan sumber-sumber tersebut, secara sistematik, belut diklasifikasikan sebagai berikut :

Filum                   : Chordata

Klas                       : Pisces

Ordo                     : Synbrachiformes

Famili                   : Synbranchidae

Genus                   :  Monopterus/Fluta

Spesies                  : Monopterus albus/Fluta alba

Nama Indonesia  : Belut

Nama Lokal         : Belut sawah, moa, welut, lindung, sugile, sugili, sogili, lenrong.

Genus                  : Ophisternon/Synbrachus

Spesies                 : Ophisternon bengalense/Synbrachnus bengalensis

Nama Indonesia  : Belut rawa

Nama lokal           : Pucuk kirai, sugile, sugili, sogili lenrong.

Genus                   : Macrotema

Spesies                 : Macrotema caligans

Nama Indonesia  : Belut

Di perairan Indonesia, diperkirakan hanya tiga spesies ikan yang disebut belut, yaitu Monopterus albus/Fluta alba yang dikenal sebagai belut sawah, Ophisternon bengalense/Synbrachnus bengalensis yang dikenal sebagai belut rawa atau pucuk kirai, dan Macrotema caligans atau belut. Dan ketiga spesies tersebut hanya belut sawah (Mortopterus albus/Fluta alba) yang merupakan spesies yang umum ditangkap dan dikonsumsi. Belut sawah juga merupakan spesies yang sejak lama dibudidayakan di Indonesia. Belut rawa atau pucuk kirai juga sering ditangkap di rawa-rawa dan dikonsumsi, namun tidak sebanyak belut sawah. Belut rawa juga merupakan belut budi daya walaupun tidak sebanyak belut sawah. Sementara Macrotema caligans, sejauh ini informasi menyangkut spesies tersebut sangat minim.

Informasi mengenal belut di berbagai belahan dunia selalu menyebut genera Monopterus/Fluta dan Ophisternon/Synbranchus. Kedua genera tersebut mempunyai spesies yang cukup banyak di antaranya Monopterus albus, M. boueti, M. desilvai, M. eaperli, M. cuchia, M. digressus, M. hodgarti, M. inclicus, M. [ossorius, M. roseni, Ophisterrion bengalense, 0. afrum, 0. candidum, 0. irifemale, 0. aenigmaticum, 0. marrnoratus, 0. lampreia, 0. rrzadeirae, dan 0. gutturale. Spesies-spesies ters ebut tersebar di kawasan tropik Amerika, Afrika, Australia, dan Asia.

Bagikan Artikel Ini Ke Teman Anda.

Facebook Twitter Google+

Tentang Penulis

Penulis banyudadi
Diposkan oleh :

Banyudadi adalah penyedia dan penyalur benih ikan air tawar, seperti: Gurame, Lele, Nila, Bawal, Patin, Ikan mas, Graskap, Tawes, Nilem, Gabus dan juga beberapa jenis ikan hias seperti: Koi, cupang, Komet, dll yang dihasilkan dari produksi para kelompok-kelompok petani perikanan yang terdaftar di Dinas Perikanan Prop. DI. Yogyakarta maupun Dinas Perikanan se-Kab. di DI. Yogyakarta.

Baca Juga Artikel Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.