Memelihara Gabus Dalam Keramba

Diposkan oleh : / On Budidaya

Budidaya ikan gabus dalam karamba telah lama dilakukan oleh para peternak ikan. Cara tradisisonal bisa dilakukan jika di lingkungan kita terdapat perairan umum. Akan lebih baik jika memelihara ikan gabus  di perairan yang deras seperti sungai.

Keramba adalah sebuah kurungan. Ikan yang dipelihara dimasukkan dalam kurungan tersebut. Hasil yang diperoleh dari cara ini, tidak kalah dengan cara budidaya lainnya. Bahkan, dengan memakai keramba, pertumbuhan ikan akan semakin cepat.

Cara Membuat Keramba

Untuk membuat keramba tidaklah sukar. Bahan-bahan yang diperlukan sangat sederhana, yaitu: bambu, paku, palu dan balok kayu.

Keramba dapat dibuat dalam berbagai bentuk. Tetapi, umumnya berbentuk persegi empat. Denganmemakai balok kayu, buatlah kerangka karamba. Kamudian, pasanglah bilah bambu untuk menutupi kerangka tersebut. Jarak masing-masing bilahan bambu sekitar 2 cm. Pasanglah bilah bambu pada setiap sisi-sisi kerangka tersebut. Jangan lupa, buatlah intu pada bagian atas keramba.

Setelah keramba selesai dibuat, pasanglah diperairan. Usahakan, bagian atas keramba tidak terendam air. Posisi pemasangan keramba memanjang mengikuti arus air.

Membesarkan Gabus Di Keramba

Benih gabus berukuran 80 gram bisa ditebar ke dalam keramba sebanyak 75 ekor per m3. Pakan yang diberikan adalah potongan ikan rucah, pelet atau sisa-sisa makanan dari dapur dan meja makan. Pemberian pakan dilakukan setiap empat jam sekali.

Hasil Panen Ikan Gabus

Keramba dan ikan harus sering dikontrol untuk mejaga dan memeriksa kondisinya. Seperti halnya pembesaran ikan gabus dimedia lain, pemanenan di keramba pun dilakukan jika bobot ikan sudah mencapai ukuran pasar. Para pemilik keramba umumnya memanen ikan setelah dipelihara selama enam bulan. Pada saat itu, ikan gabus dapat mencapai berat 700 gram.

Pemanenan ikan gabus pada jenis keramba di dasar perairan dapat dilakukan di tempat karena keramba tersebut dibangun secara permanen dan permukaan airnya juga tidak terlalu dalam. Pemanenan ikan dilakukan menggunakan serok atau bisa juga dengan cara menangkap langsung dengan tangan.

Tetapi, pemanenan ikan gabus dengan penangkapan langsung tidak dianjurkan karena dikhawatirkan akan menyebabkan tangan terluka.

Pemanenan ikan gabus dilakukan melalui pintu pemanenan yang terletak di bagian tengah bidang permukaan keramba. Pada jenis keramba dibawah maupun keramba dipermukaan air, pemanenan ikan dapat dilakukan setelah keramba ditarik ke tepi perairan.

Karena sempitnya pintu perairan, maka pemanenan biasanya dilakukan maksimal oleh dua orang. Seorang masuk ke dalam keramba dan seorang lagi menyambut ikan dari atas atau tutup keramba.

Ikan hasil pemanenan lebih dahulu ditempatkan di jaring yang diletakkan pada air mengalir. Bila kondisinya tidak stres lagi, ikan gabus hasil panen tersebut bisa dipindahkan ke wadah pengangkutan untuk segera dipasarkan.

Bagikan Artikel Ini Ke Teman Anda.

Facebook Twitter Google+

Tentang Penulis

Penulis banyudadi
Diposkan oleh :

Banyudadi adalah penyedia dan penyalur benih ikan air tawar, seperti: Gurame, Lele, Nila, Bawal, Patin, Ikan mas, Graskap, Tawes, Nilem, Gabus dan juga beberapa jenis ikan hias seperti: Koi, cupang, Komet, dll yang dihasilkan dari produksi para kelompok-kelompok petani perikanan yang terdaftar di Dinas Perikanan Prop. DI. Yogyakarta maupun Dinas Perikanan se-Kab. di DI. Yogyakarta.

Baca Juga Artikel Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.