Membawa Ikan Cupang Pulang Ke Rumah

Diposkan oleh : / On Cupang

Ketika cupang baru telah di tangan Anda, apa yang harus segera dilakukan di rumah? Sebelum membeli cupang sebaiknya air sudah diendapkan satu hari sebelumnya untuk menghilangkan kandungan klorin jika menggunakan air leding. Selanjutnya, pilih akuarium kecil yang berukuran minimal 15 x 15x 20 cm untuk menyimpan cupang.

Cupang di akuarium lebih baik
Jual Ikan Cupang Halfmoon Kualitas Baik Klik Di Sini

Ada orang yang menempatkan cupang di dalam botol. Hal ini tidak disarankan karena cupang kurang bebas bergerak dan mempertontonkan keindahannya, paling tidak seekor cupang membutuhkan minimal 1 liter air untuk menunjang kehidupannya. Tempat yang paling baik adalah akuarium kecil yang berbentuk persegi panjang sehingga mudah dibersihkan dan memiliki permukaan yang lebar untuk pertukaran oksigen.

Jangan menggunakan air suling karena akan menyebabkan cupang kekurangan mineral, sebaiknya gunakan air leding atau air sumur yang jernih dan tidak berbau. Tempatkkan akuarium pada suhu ruangan yang sesuai dengan kebutuhan, yakni 24-30 C. Umumnya, air tanah di indonesia memiliki pH sekitar 3,5-5 dan mendekati normal jika sudah diendapkan. Keadaan ini sangat cocok untuk memelihara cupang. Penambahan garam ikan secukupnya dapat meningkatkan pH dan mencegah bibit penyakit yang masih tertinggal dalam air tanah.

Penggantian air untuk cupang bisa dilakukan dua kali seminggu secara total dan setiap hari kotorannya disedot (di-siphon) dan ditambah air baru secukupnya. Hal terpenting dalam penambahan air ialah pH dan temperatur harus stabil. Jangan ada perubahan suhu maupun keasaman air yang mendadak, karena akan mengganggu kesehatan ikan terutama menyebabkan gangguan pada sirip-sirip dan kulit ikan. Penambahan daun ketapang kering sangat dianjurkan untuk mengondisikan air sesuai dengan habitat yang disenangi cupang.

Bagikan Artikel Ini Ke Teman Anda.

Facebook Twitter Google+

Tentang Penulis

Penulis banyudadi
Diposkan oleh :

Banyudadi adalah penyedia dan penyalur benih ikan air tawar, seperti: Gurame, Lele, Nila, Bawal, Patin, Ikan mas, Graskap, Tawes, Nilem, Gabus dan juga beberapa jenis ikan hias seperti: Koi, cupang, Komet, dll yang dihasilkan dari produksi para kelompok-kelompok petani perikanan yang terdaftar di Dinas Perikanan Prop. DI. Yogyakarta maupun Dinas Perikanan se-Kab. di DI. Yogyakarta.

Baca Juga Artikel Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.