Membangun Industri Perikanan Bab 2

Diposkan oleh : / On Budidaya

Paparan seri 2 tentang membangun perikanan di Jawa Tengah, melalui rubrik ini, saya akan mengurai langkah Pemprop Jateng. Pada bagian akhir seri 1, disebutkan pendekatan investasi dengan merevisi perda untuk merangsang investor masuk Jateng.

Potensi industri perikanan

Untuk seri 2 ini, untuk meningkatkan mutu produk agar ikan yang didaratkan maupun yang diproduksi tetap segar dan bermutu tinggi, dilaksanakan pelatihan penanganan ikan dengan sistem rantai dingin. Untuk meningkatkan aksese pasar ditempuh revitalisasi pasar ikan tradisional, pelatihan pembuatan kemasan, mengikuti barbagai kegiatan lelang dan pameran serta asistensi pembuatan kerja sama dagang regional.

Upaya pengelolaan sumber daya perikanan berkelanjutan dilaksanakan program pembuatan terumbu karang, rumpon laut dalam, intruduksi alat tangkap yang ramah lingkungan. Peningkatan pendapatan dan konsumsi ikan masyarakat dilaksanankan program pemanfaatan halaman rumah sebagai usaha sampingan untuk meningkatkan pendapatan sekaligus meningkatkan konsumsi ikan masyarakat. Pemprop memberi bantuan benih bagi rumah tangga pembudidaya serta kampanye gemar makan ikan.

Peninangkatan dan pengembangan sarana dan prasarana perikananan khususnya perikanan tangkap terus berupaya ditingkatkan dan disempurnakan sebagai usaha mendukung perkembangan usaha penangkapan ikan skala kecil, menengah dengan harapan besar dapat menggerakan ekonomi rakyat di pesisir. Sarana prasarana ini meliputi pembangunandan pengembangan breakwater/jety, dermaga, pelabuhan, gedung-gedung tempat ikan (TPI) cold chain system sehingga nelayan mudah bersandar dengan baik untuk perbekalan melaut dan membongkar atau menurungkan hasil tangkapan.

Untuk mengurangi over fishing atau banyaknya kapal kecil nelayan yang melaut pemprop jateng mulai memikirkan bantuan kapal besar dan canggih untuk menggantikan kapal-kapal kecil agar para nelayan dapat melaut lebih jauh dan menangkap ikan jauh lebih banyak.

pemprop juga menyiapkan sistem perizinan sistem perikanan penangkapan ikan dengan sistem online dengan Departemen Kelautan dan perikaanan, untuk melayani kapal-kapal di atas 30 GT dengan sistem satu pintu sehingga dapat menghemat waktu dan biaya.perizinan yang semula harus diurus ke Jakarta dapat dilayani di Semarang dan akan terus dikembangkan di sentra-sentra produksi perikanan tangkap seperti di Kabupaten Pati,Pekalongan dan Cilacap.

Dengan berbagi kebijakan tersebut diharapkan sektor perikanan dan kelautan dapat menjadi industri perikanan dan kelautan yang tangguh, mandiri dan berdaya saing tinggi, sehingga industri perikanan dan kelautan dapat menjadi andalan dalam menciptakan lapangan kerja , meningkatkan produk industri perikanan dan kelautan, meningkatkan produk industri perikanan dan kelautan, meningkatkan devisa negara, sekaligus meningkatkan kesejahteraan para nelayan dan pelaku perikanan lainnya.

Sumber: KR 2009

Bagikan Artikel Ini Ke Teman Anda.

Facebook Twitter Google+

Tentang Penulis

Penulis banyudadi
Diposkan oleh :

Banyudadi adalah penyedia dan penyalur benih ikan air tawar, seperti: Gurame, Lele, Nila, Bawal, Patin, Ikan mas, Graskap, Tawes, Nilem, Gabus dan juga beberapa jenis ikan hias seperti: Koi, cupang, Komet, dll yang dihasilkan dari produksi para kelompok-kelompok petani perikanan yang terdaftar di Dinas Perikanan Prop. DI. Yogyakarta maupun Dinas Perikanan se-Kab. di DI. Yogyakarta.

Baca Juga Artikel Ini

One thought on “Membangun Industri Perikanan Bab 2

  1. Pingback: Membangun Industri Perikanan Bab 1 | Penyedia bibit ikan air tawar murah

Leave a Reply

Your email address will not be published.