Membangun Industri Perikanan Bab 1

Diposkan oleh : / On Budidaya

Indonesia merupakan negara kepulauan dengan 17.508 pulau besar dan kecil, memiliki garis pantai sepanjang 81.000 km dan luas laut sekitar 3,1 juta km2. Selain itu 22% penduduknya mendiami wilayah pesisir dan sebanyak 3,476 juta orang bekerja sebagai nelayan. Ini berarti wilayah pesisir indonesia merupakan tempat potensial untuk kegiatan ekonomi melalui sumber daya perikanan dan kelautan.

Arah pembangunan sumberdaya kelautan dan perikanan Jawa Tengah ditujukan untuk membangun SDM kelautan dan perikanan yang profesional dan berdaya saing tinggi, untuk memperkokoh ekonomi berbasis perikanan yang berkelanjutan, mengingat secara geografis, Jateng memiliki dua perairan laut yaitu Samodra Hindia di sebelah selatan dan Laut Jawa di sebelah Utara. panjang garis pantai 289.07 km dan perairan Laut Jawa yang panjang garis pantainya 502,69 km terdapat 33 pulau kecil. Data statistik 2007, jumlah masyarakat yang hidup dari laut sebanyak 121.771 orang dan 80% nelayan kecil.

Potensi produksi perikanan tangkap dengan 15.026 buah kapal pada tahun 2008 mencapai 183,05 ribu ton, terdiri 166,53 ton dari penangkapan laut dan 16,52 ton penangkapan di perairan umum dengan nilai tangkapan sebesar Rp. 912,3 miliar. Untuk produksi perikanan budidaya dalam 5 tahun terakhir meningkat 7,08% setahun. Pada 2004 produksi masih 90,69 ribu ton dan 2008 meningkat menjadi 124,19 ribu ton.

Ketersediaan sumber daya perikanan yang melimpah, selera dan pangsa pasar yang baik serta iklim usaha yang kondusif terbukti mampu menarik pelaku usaha perikanan bergairah, sampai 2008 jumlah eksportir perikanan mencapai 24 perusahaan. Berbagai produk perikanan yang dieksport ada 29 jenis, mulai dari ikan segar, beku, olahan dalam kaleng, steak fillet ikan tuna, cakalang, udang, kepiting, bandeng, katak dan lain-lain. jumlah pengolahan ikan tradisional, 4.184 pengolah dengan berbagai jenis produk seperti ikan pindang, presto, ikan asin, terasi, ikan asap, krupuk ikan, dendeng ikan, abon ikan dan lain-lain. Banyak para pelaku kerajinan/souvenir yang mengandalkan hidup dari hasil laut.

Sayangnya potensi sumber daya perikanan dan kelautan Jateng yang besar belum dieksploitasi maksimal. Untuk mengoptimalkan sumber daya wilayah pesisir dan kelautan selain diperlukan kerja keras juga dibutuhkan strategi pendekatan yang terpadu dan menyeluruh (intregated and comprehensive management) dengan melibatkan semua pihak terkait mulai dari persiapan, perencanaan, pelaksanaan, monitoring sampai evaluasi. Oleh karena itu, Pemerintah Jawa Tengah bertekad untuk mengembangkan industri kreatif berbasis perikanan dengan sasaran yang hendak dicapai adalah membangun sumber daya manusia dan kelautan serta perikanan yang profesional dan berdaya saing tinggi baik di tingkat nasional maupun internasional.

Membangun Industri Perikanan 1

Untuk mencapai harapan tersebut Pemerintah Propinsi Jawa Tengah menempuh langkah antara lain (1) untuk mendorong investasi telah dilakukan dengan menciptakan pola pembakuan perizinan sesuai Perda 6 tahun 1978 tentang Perizinan Usaha Perikanan dan telah direvisi dengan Perda Nomor 3 Tahun 2005 sehingga tata perizinan, ketepatan dan kecepatan pelayanan sistem bagi pengusaha perikanan untuk memperoleh izin usaha perikanan dapat berjalan jauh lebih baik.

Untuk lanjutan posting artikel ini silahkan klik Membangun Industri Perikanan Bab 2

Bagikan Artikel Ini Ke Teman Anda.

Facebook Twitter Google+

Tentang Penulis

Penulis banyudadi
Diposkan oleh :

Banyudadi adalah penyedia dan penyalur benih ikan air tawar, seperti: Gurame, Lele, Nila, Bawal, Patin, Ikan mas, Graskap, Tawes, Nilem, Gabus dan juga beberapa jenis ikan hias seperti: Koi, cupang, Komet, dll yang dihasilkan dari produksi para kelompok-kelompok petani perikanan yang terdaftar di Dinas Perikanan Prop. DI. Yogyakarta maupun Dinas Perikanan se-Kab. di DI. Yogyakarta.

Baca Juga Artikel Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.