Makanan Dan Kebiasaan Makan Belut

Diposkan oleh : / On Budidaya Belut

Belut tergolong karnivor (carnivorous) atau pemakan hewan/ binatang. Ciri dari belut sebagai hewan karnivor adaiah memiliki gigi-gigi runcing, kecil-kecil, untuk menyergap, menahan, dan menyobek mangsa. Ciri lainnya adalah mempunyai lambung besar, palsu, dan usus pendek, tebal, dan elastis. Di samping itu, belut bersifat kanibal atau saling memangsa, yaitu belut yang berukuran besar akan memangsa belut yang ukuran lebih kecil. Sifat kanibal ini akan muncul bila jumlah makanan sangat terbatas. Sifat kanibal merupakan salah satu ciri hewan karnivor yang rakus atau piskivor (psicivorous). Belut adalah hewan nokturnal atau aktif di malam hari. Belut akan ke luar dan sarangnya di malam hari untuk mencari makan di sekitar sarangnya. Pada bulan terang, belut tidak ke luar mencari makan dan tetap berdiam di dalam sarangnya. Namun jika ada makanan yang mendekat ke sarangnya, dengan cepat disergapnya. Pada siang hari, belut bersembunyi di dalam sarangnya, tetapi akan cepat keluar bila ada makanan mendekat ke sarangnya.

Anak-anak atau benih belut memakan berbagai jasad renik, baik zooplanktoni maupun zoobenthos. Belut yang berukuran yang lebih besar hingga dewasa memakan jenis hewan/binatang yang lebih besar, seperti serangga, jentik nyamuk, kepiting, siput, cacing, udang, kodok dan ikan-ikan kecil. Karena itu, pada budi daya ikan di sawah sistem mina padi, sering kali benih ikan yang ditebar habis dimangsa oleh belut. Belut memangsa makanannya, apabila berukuran lebih kecil dan rongga mulutnya, akan langsung ditelan, tetapi apabila ukuran mangsanya besar akan dicabik-cabik atau dikoyak-koyak terlebih dahulu sesuai dengan ukuran mulutnya, baru ditelan. Belut akan menangkap mangsanya dengan cara menyergap hewan-hewan air yang melintas di dekat sarang persembunyiannya. Belut juga dapat memburu mangsanya hingga ke luar dan sarangnya, namun apabila ada bahaya dengan segera belut kembali ke sarangnya. Kebiasaan makan belut tergantung dan individu, penyebaran keberadaan makanan, dan kondisi perairan. Sehingga spesies belut yang sama karena berbeda wilayah geografi dapat mempunyai kebiasaan makan yang berbeda. Dalam pemeliharaannya. belut sawah diberikan pakan berupa cacing, bekicot, keong sawah, kepiting air tawar, anak kodok, ikan, usus hewan, bangkai ternak (ayam, itik, kelinci), dan sisa dapun. Pemberian pakan ml perlu diperhatikan, karena belut bersifat kanibal (saling memangsa), di mana belut yang berukuran Iebih besar memarigsa belut berukuran kecil dan lemah.

Tabel 2. Komposisi nutrisi pakan yang diberikan pada belut (%)

 

NutrisiIkan TeriKeong SawahCampuran
Protein67,9246,7057,31
Lemak4,361,622,99
Abu12,1721,5516,86
Serat kasar3,244,023,63
Karbohidrat12,3126,1119,21
Air79,2576,9278,09

Penelitian Rusmaedi (1986) dengan menggunakan tiga jenis pakan, yaitu ikan teri, keong sawah, dan campuran (Tabel 2) keduanya dengan perbandingan yang sama. Pakan keong sawah direbus terlebih dahulu. Dan ketiga pakan tersebut, belut yang diberi pakan campuran memberikan pertumbuhan yang paling baik, sedangkan pertumbuhan belut yang diberi pakan ikan ten lebih balk dan keong sawah. Pertumbuhan yang dihasilkan ikan teri lebih baik dan pakan keong sawah karena kandungan protein ikan ten lebih tinggi dan keong sawah. Sebaliknya pakan campuran (tell dan keong sawah) walaupun kandungan nutnisin ya, khususnya protein lebih rendah (57,31 %) dan pada ikan tell (67,92 %), namun membenikan pertumbuhan lebih baik. ini karena komposisi nutrisi pakan campuran lebih lengkap dan penggunaan pakan lebih efisien.

Tabel 3. Jenis pakan dan bobot belut selama 85 hari pemeliharaan

Jenis pakanBobot awal (g)Bobot akhir (g)
Ikan teri63,81134,21
Usus ayam63,17103,52
Bekicot63,7873,38

Penelitian lain dengan menggunakan pakan ikan teri, usus ayam, dan bekicot selama 85 hari (Tabel 3) hasilnya sebagai berikut: belut yang diberi pakan tambahan ikan teri, bobotnya rata-rata menjadi 134,21 g/ekor dan nata-nata 63,81 g/ekor bobot awal; belut yang diberi pakan tambahan usus ayam, bobotnya rata-rata menjadi 103,52 g/ekor dan nata-rata 63,17 g/ekor bobot awal; sedangkan belut yang diberi pakan tambahan bekicot cincang bobotnya rata-rata cuma 73,38 g/ekor dan rata-rata 63,78 g/ekor bobot awal (Maftuh, 2006).

Hingga saat ini belum tersedia pakan buatan untuk belut. Dalam budi daya, belut diberi pakan alami, yang terdiri dan berbagai hewan, baik hidup maupun mati. Sebagai hewan karnivor, pakan buatan untuk belut harus mengandung protein yang tinggi, >35 %. Di samping itu, belut perlu dilatih untuk memakan pakan buatan.

 

Bagikan Artikel Ini Ke Teman Anda.

Facebook Twitter Google+

Tentang Penulis

Penulis banyudadi
Diposkan oleh :

Banyudadi adalah penyedia dan penyalur benih ikan air tawar, seperti: Gurame, Lele, Nila, Bawal, Patin, Ikan mas, Graskap, Tawes, Nilem, Gabus dan juga beberapa jenis ikan hias seperti: Koi, cupang, Komet, dll yang dihasilkan dari produksi para kelompok-kelompok petani perikanan yang terdaftar di Dinas Perikanan Prop. DI. Yogyakarta maupun Dinas Perikanan se-Kab. di DI. Yogyakarta.

Baca Juga Artikel Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.