Langkah Mencegah Ikan Sakit Pada kolam

Diposkan oleh : / On Budidaya

Langkah mencegah ikan sakit merupakan hal yang wajib dilakukan oleh petani atau pembudidaya ikan air tawar. Dalam hal apapun tindakan pencegahan sangat penting di banding pengobatan sebab pengobatan tidak selalu menjamin kesembuhan. Langkah mencegah ikan sakit sebenarnya sebagai salah satu unsur terkait di dalam teknik budidaya ikan serta perlu di laksanakan selama kegiatan budidaya, yakni sejak persiapan kolam hingga kegiatan lepas panen, beberapa tindakan berikut ini di maksudkan untuk mencegah masuknya wabah pada lokasi budidaya, mencegah agar penyakit tidak menyebar luas ke kolam budidaya yang lain, mengurangi kerugian akibat dampak dari serangan penyakit.

Air Dan Pengairan
Air sebagai lingkungan untuk hidup, berkembangbiak bagi ikan merupakan salah satu unsur utama yang dapat menyebabkan ikan terserang penyakit. Air yang di gunakan untuk budidaya hendaknya di ambil dari air yang tidak tercampur dengan kegiatan manusia, semisal air hasil dari buang rumahan atau tercampuri limbah pabrik. Biasanya petani lebih memilih perairan yang berasal perairan sawah dan sumber air yang alami.

1. Kualitas air
Untuk menghindari terjadinya wabah penyakit karena kurang baik nya kualitas air, sebaiknya air yang akan di gunakan untuk budidaya ikan di perhatikan asal-usulnya dan kalau perlu di analisa dahulu.
Sifat-sifat fisika dan kimia air yang perlu di ketahui antara lain:

  • Suhu berkisar : 25’C – 35’C.
  • Kekeruhan     : 30 – 60 cm.
  • Oksigen terlarut: 5mg/liter.
  • CO2 Maksimal: 60mg/liter.
  • pH           : 6,5 – 9,0.
  • Amonia (NH3)   : kurang dari 0,5 mg/liter.
  • Asam belerang  : kurang dari 1 mg/liter.

Parameter kualitas air tersebut hendaknya di pertahankan untuk menghindari penurunan kualitas air, agar tetap dalam kondisi yang sesuai dengan kehidupan ikan. Salah satu cara untuk menghindari penurunan kualitas air pada kolam, sebaiknya pemupukan jangan di lakukan secara berlebihan, pemberian pakan di usahakan secukupnya saja dan padat penebaran juga jangan memaksakan.
Settingan kolam

2. Menghindari Zat Beracun

Harus terdapat jarak antara lahan pertanian dan kolam ikan terutama pada lahan pertanian yang sering di semprot pestisida, jarak antara kolam dengan lahan pertanian bisa 6-10 m atau lebih juga baik.  Jika di mungkinkan di sekitar kolam sebaiknya di tanami pohon-pohonan atau tumbuhan sebagai penyekat.

Bagikan Artikel Ini Ke Teman Anda.

Facebook Twitter Google+

Tentang Penulis

Penulis banyudadi
Diposkan oleh :

Banyudadi adalah penyedia dan penyalur benih ikan air tawar, seperti: Gurame, Lele, Nila, Bawal, Patin, Ikan mas, Graskap, Tawes, Nilem, Gabus dan juga beberapa jenis ikan hias seperti: Koi, cupang, Komet, dll yang dihasilkan dari produksi para kelompok-kelompok petani perikanan yang terdaftar di Dinas Perikanan Prop. DI. Yogyakarta maupun Dinas Perikanan se-Kab. di DI. Yogyakarta.

Baca Juga Artikel Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.