Langkah Membuat Kolam Terpal Ikan Bawal

Membuat kolam terpal sangat praktis, biayanya pun murah. Pembuatan kolam terpal hanya membutuhkan waktu beberapa jam dan tenaga sedikit. Seluruh bahan untuk kolam terpal bisa didapat di toko bangunan. Berikut ini teknis pembuatan kolam terpal.

1. Kolam Terpal dengan Kerangka Bambu/Kayu

Kolam ini dibuat di atas permukaan tanah. Ukuran kolam disesuaikan dengan luas lahan yang tersedia. Umumnya kolam yang dibuat disesuaikan dengan ukuran terpal, misalnya ukuran kolam 2 x 3 x 1 m, 4 x 5 x 1 m, 6 x 4 x 1 m, atau 4 x 8 x 1 m. Langkah-langkah pembuatan kolam terpal dengan kerangka bambu atau kayu adalah sebagai berikut.

  • Persiapkan lahan untuk kolam terpal. Bersihkan lahan dan benda-benda yang mengganggu, seperti rumput dan pepohonan yang rimbun. Ratakan tanah.
  • Jika tanah tidak rata karena miring, maka tanah diratakan dengan menggunakan pelepah pisang atau sekam padi. Kedua bahan ini, selain berfungsi meratakan tanah, juga dapat menstabilkan suhu. Sebagai stabilisator suhu, pelepah pisang atau sekam padi tetap digunakan sekalipun tanahnya rata. Ketebalan peleph pisang atau sekam padi sekitar 10 cm.
  • Siapkan tonggak atau tiang bambu atau kayu. Kemudian, tancapkan tiang utama disetiap sudut kolam. Jika kolam terpal yang dibangun lebih dari satu petak, atur tata letaknya agar terlihat rapi.
  • Untuk pembuatan kerangka, bambu atau kayu yang telah dipilih dipotong-potong sesuai ukuran kolam terpal yang akan dibuat. Untuk menyatukan kerangka ke tiang digunakan paku ukuran 7 cm atau 9 cm. Bisa juga diikat dengan menggunakan tali atau kawat.
  • Dinding bisa dibuat dengan menggunakan bambu, kayu, atau papan. Bahan dibersihkan dan dipotong sesuai ukuran, kemudian dipakukan pada kerangka. Jika menggunakan bambu, pemakuan harus dilakukan secara hati-hati agar bambu tidak pecah.
  • Jika kerangka sudah terbentuk, misalnya kotak berukuran 6 x 4 x 1 m, maka kemiringan ke salah Satu sisi perlu diatur untuk memudahkan pengeringan kolam dan pemanenan ikan.
  • Setelah kerangka kolam terpal selesai dibuat, selanjutnya memasang plastik terpal. Siapkan terpal sesuai ukuran kolam. Untuk kolam ukuran 6 x 4 x 1 m digunakan terpal berukuran 8 x 6 m, sedangkan untuk kolam ukuran 4 x 5 x 1 m digunakan terpal berukuran 6 x 7 m. Terpal dipasang dengan baik hingga merapat ke tepi. Bagian sudut dapat dilipat. Agar plastik terlihat rapi dan tidak mengerut, bagian dinding kolam paling atas dijepit dengan bilah bambu.
  • Di salah satu sudut yang telah diatur kemiringannya dipasang paralon sebagai saluran pembuangan air. Terpal disobek sedikit dengan cara mengguntingnya berbentuk bintang agar bisa dipasang bengkokan pipa.
  • Selanjutnya, kolam terpal diisi dengan air hingga mencapai kedalaman sesuai dengan kebutuhan pemeliharaan ikan. Kolam terpal diperiksa untuk memastikan bahwa kolam telah kokoh dan tidak ada kebocoran pada terpal. Bila ada kebocoran, segera lakukan penambalan.

2. Kolam Terpal dengan Kerangka Pipa/Besi

Kolam terpal dengan kerangka pipa ledeng atau besi juga merupakan kolam terpal di atas permukaan tanah. Pembuatannya mirip dengan pembuatan kolarn terpal dengan kerangka bambu atau kayu. Teknik pembuatannya saja yang sedikit berbeda. Berikut urutan pembuatan kolam terpal dengan kerangka pipa atau besi.

  • Lahan dipersiapkan dan tanah diratakan sebagaimana pembuatan kolam dengan kerangka bambu atau kayu.
  • Jika menggunakan pipa ledeng, maka pipa disambung dengan menggunakan bengkokan pipa. Sedangkan bila menggunakan besi siku atau besi bulat, penyambungan dapat dilakukan dengan cara dilas.
  • Kerangka yang sudah terbentuk selanjutnya dipasangi dinding dan kawat anyam. Kemudian, pasang plastik terpal. Bagian tepi terpal yang telah dilubangi dan ring logam diberi tali untuk kemudian diikatkan ke pipa atau kawat anyam.
  • Selanjutnya, pasang pipa paralon atau PVC dan kolam siap diisi air.

3. Kolam Terpal dengan Dinding Batako

Kolam terpal dengan dinding batako atau batu bata juga merupakan kolam terpal di atas permukaan tanah. Pembuatannya sangat sederhana dan mudah karena hanya membutuhkan dinding penahan berupa batako atau batu bata. Namun, kolam terpal seperti ini mudah roboh, terutama bila dinding penahan berukuran kecil. Berikut ini urutan pembuatannya.

    • Lahan dipersiapkan dan tanah diratakan sebagaimana pembuatan kolam terpal yang telah dijelaskan di atas.
    • Selanjutnya batako atau batu bata disusun membentuk fondasi atau pematang kolam dengan ketinggian sesuai keinginan. Lebar susunan batako yang baik minimal 30 cm.
    • Jika kolam sudah terbentuk, selanjutnya dipasangi plastik terpal. Ujung terpal menutupi bagian atas fondasi atau pematang kolam (susunan batako), kemudian ditindih lagi dengan batako atau pot tanaman. Tanaman di atas fondasi selain berfsungsi menahan terpal, juga sebagai peneduh dan memperindah kolam terpal.
    • Selanjutnya dipasangi pipa paralon atau PVC dan kolam siap diisi air.

4. Kolam Terpal dengan Dinding Tanah

Kolam terpal dengan dinding tanah adalah kolam terpal di bawah permukaan tanah. Biasanya kolam terpal ini dibangun di tanah yang porous. Kelebihan kolam terpal di bawah permukaan tanah adalah suhu air lebih stabil dibanding yang dibangun di atas permukaan tanah. Membangun kolam terpal dengan dinding tanah pun cukup mudah. Berikut ini cara membuat kolam terpal berdinding tanah.

  • Persiapkan lahan untuk kolam terpal. Bersihkan dan benda-benda yang mengganggu, seperti rumput dan pepohonan yang rimbun.
  • Jika ingin membuat kolam terpal 6 x 4 m, gali tanah sedalam 50—60 cm. Rapikan galian dan bentuk pematang.
  • Jika kolam sudah terbentuk, maka piastik terpal ukuran 8 x 6 m siap dipasang. Pasang terpal hingga merapat ke tepi. Bagian atas terpal dapat dijepit atau ditimbun dengan tanah agar tidak terkulai.
  • Selanjutnya pasang pipa paralon atau pipa PVC dan kolam siap diisi air.
  • Agar kolam tidak banjir saat terjadi hujan deras, buatlah tanggul penahan yang tinggi.

5. Kolam Beton/Tanah Berlapis Terpal

Kolam atau bak beton, atau kolam tanah berlapis terpal bisa berupa kolam yang dibangun di atas permukaan tanah atau kolam yang dibangun dibawah permukaan tanah. Kolam beton yang dilapisi plastik biasanya mengalami retak atau bocor. Berikut cara membuat kolam beton atau kolam tanah berlapis terpal.

  • Tentukan kolam yang dilapisi terpal dan bersihkan dari benda-benda yang dianggap mengganggu.
  • Pastikan saat hendak memasang terpal, di dasar kolam tidak terdapat air, sehingga terpal tidak menggelembung saat dipasang.
  • Ukuran kolam biasanya luas sehingga ukuran terpal yang tersedia tidak sesuai. Untuk mengatasinya, terpal disambung dengan menggunakan lem atau pres.
  • Pasang terpal hingga merapat ke tepi, lalu lipat bagian-bagian sudutnya sehingga terlihat rapi. Bagian atas terpal dijepit dengan kayu atau ditindih dengan batako.
  • Pasang pipa paralon atau pipa PVC yang telah disiapkan, dan kolam siap diisi air.

Bagikan Artikel Ini Ke Teman Anda.

Facebook Twitter Google+

Tentang Penulis

Penulis banyudadi
Diposkan oleh :

Banyudadi adalah penyedia dan penyalur benih ikan air tawar, seperti: Gurame, Lele, Nila, Bawal, Patin, Ikan mas, Graskap, Tawes, Nilem, Gabus dan juga beberapa jenis ikan hias seperti: Koi, cupang, Komet, dll yang dihasilkan dari produksi para kelompok-kelompok petani perikanan yang terdaftar di Dinas Perikanan Prop. DI. Yogyakarta maupun Dinas Perikanan se-Kab. di DI. Yogyakarta.

Baca Juga Artikel Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.