Konsumsi Ikan Di DIY Masih Rendah

Diposkan oleh : / On Budidaya

tingkat konsumsi ikan warga DIY masih cukup rendah dibanding daerah lain di Indonesia. Jika untuk tingkat nasional konsumsi ikan mencapai 25 kg per kapita per tahun, namun di DIY baru 17 kg lebih sedikit per kapita per tahun. Untuk itu perlu percepatan peningkatan konsumsi ikan bagi DIY, mengingat dampaknya yang sangat baik bagi kesehatan.

demikian disampaikan Ir Sugiyanto dari dinas Kelautan dan Perikanan Propinsi DIY pada lomba masak ikan yang digelar Dinas Kelautan dan Perikanan DIY bekerja sama dengan TPPKK Kabupaten Bantul, Rabu (10/6) di Pendapa Rumah Dinas Bupati Bantul, Trirenggo. Lomba diikuti 20 kelompok dari 17 kecamatan se-Kabupaten Bantul, di mana untuk juara 1-3 serta harapan 1 akan mewakili Bantul pada lomba yang sama tingkat DIY.

Unuk meningkatkan konsumsi ikan di DIY, di akui peran ibu-ibu rumah tangga sangat penting. “Dari tangan dan kreativitas para ibu inilah bisa tersaji hidangan dengan bahan baku ikan yang lebih variatif dan menggugah selera. Sehingga dari lomba ini kami harapkan mampu menciptakan kreasi dan inovasi masakan ikan yang nantinya dapat mempercepat tingginya konsumsi ikan bagi masyarakat DIY,” tambahnya.

lomba semacam ini, diharapkan oleh Sugiyanto tak hanya sekedar seremonial belaka,tetapi agar direalisasikan di tingkat keluarga.dengan begitu tak hanya perpengaruh pada peningkatan komsumsi ikan bagi masyarakat,namun juga mendorong industri perikanan di DIY,baik perikanan tangkap maupun budidaya.

sementara itu ketua TP PKK Kabupaten Bantul Hj Ida Idham Samawi menyatakan,lomba masak ikan telah dilakukan berkali-kali.hal itu sebagai upaya mendorong peningkatan komsumsi ikan bagi masyarakat.

ikan konsumsi di DIY masih rendah

“selain harga ikan relatif murah,namun juga sangat besar manfaatnya bagi kecerdasan dan kesehatan manusia terutama anak-anak.sehingga gemar makan ikan perlu terus digalakan demi kesehatan dan kesehatan generasi penerus”tambahnya.

Lomba ini tambah Hj Ida juga bertujuan untuk mendorong terciptanya diversifikasi olahan dari bahan baku ikan dan meningkatkan kreativitas agar bisa memberi menu ikan yang baik dan sehat.

Di Bantul, lanjut Hj Ida potensi pengembangan budidaya ikan sangat besar. Hal itu dinilai menjadi salah satu doronganpeningkatan komsumsi ikan bagi masyarakat.

sementara itu ketentuan lomba di antaranya menyangkut menu yang diperuntukan catur warga yaitu untuk makan pagi,siang dan malam serta kudapan untuk bayi.

bahan baku dari ikan laut maupu ikan tawar seharga Rp 100 ribu yang oleh panitia akan diberi ganti, setiap peserta terdiri dari 2 orang. setiap peserta harus menyertakan resep.

Bagikan Artikel Ini Ke Teman Anda.

Facebook Twitter Google+

Tentang Penulis

Penulis banyudadi
Diposkan oleh :

Banyudadi adalah penyedia dan penyalur benih ikan air tawar, seperti: Gurame, Lele, Nila, Bawal, Patin, Ikan mas, Graskap, Tawes, Nilem, Gabus dan juga beberapa jenis ikan hias seperti: Koi, cupang, Komet, dll yang dihasilkan dari produksi para kelompok-kelompok petani perikanan yang terdaftar di Dinas Perikanan Prop. DI. Yogyakarta maupun Dinas Perikanan se-Kab. di DI. Yogyakarta.

Baca Juga Artikel Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.