Kolam Yang Baik Untuk Induk Gurame

DI sini kita akan sedikit mengulas betapa pentingnya perawatan kolam untuk calon indukan ikan gurame maupun induk gurame yang sudah siap. Beberapa hal yang perlu di lakukan adalah  mempersiapan kolam terlebih dahulu. Kolam yang baru saja dikeringkan dijemur selama minimal 7 hari. Tujuannya selain untuk membunuh penyakit juga untuk memeperbaiki struktur tanah. Setelah tanah agak kering, pematangnya diperbaiki dengan menutup seluruh permukaan pematang dengan tanah dasar. Dengan begitu, kolam terbebas dari bocoran.Kolam Untuk Memelihara Induk Gurame

Airi lah kolam dengan ketinggian kira-kira 70-80. Untuk pemeliharaan induk gurame memamng air di haruskan agak tinggi. Perhatikan secara berkala ketinggian airnya, kebanyakan air atau kekurangan air bisa berakibat kurang baik bagi induk. Saat proses mengairi kolam pastikan pematang sudah benar-benar kering, kalau masih belum kering bisa jebol, yang saya maksud ini untuk kolam tanah.

Untuk menghindari stres, induk baiknya di tebar pada waktu pagi hari. Pada saat itu, suhu air masih rendah. Karena pada siang hari kurang baik untuk penebaran ikan apapun. Ini disebabkan oleh suhu air kolam dengan suhu dalam wadah angkut atau kolam yang baru saja dipanen sangat jauh. Keadaan tersebut menjadikan tubuh ikan terkena goncangan suhu dan harus menyesuaikan dengan lingkungan barunya.

Pada tebar induk harus sesuai dengan anjuran para ahli, atau saran dari petani yang sudah berpengalaman di daerah anda, tidak boleh terlalu tinggi, dan juga tidak terlalu rendah. Padat tebar yang terlalu tinggi dapat menghambat perkembangan gonad dan padat tebar yang terlalu rendah sangat tidak efisien. Padat tebar yang baik di kolam pemeliharaan induk adalah 1 – 2 ekor/m2.

Pakan tambahan sebaiknya diberikan keesokan harinya. Dalam semalam , induk dibiarkab beradaftasi dengan lingkungan barunya. Selain itu, induk dibiarkan lapar dahulu, sehingga ketikan diberi pakan tambahan, napsu makannya tinggi. Ada tiga hal penting harus diperhatikan dalam pemberian pakan tambahan pada ikan gurame, yaitu jenis pakan, jumlah, waktu dan cara pemberiannya.

Jenis pakan tambahan untuk induk gurame berbeda dengan pakan tambahan untuk induk ikan mas dan nila. Ikan mas dan nila umumnya diberi pakan tambahan berupa pakan buatan, yaitu pellet. Namun untuk induk gurame, pakan tambahan seluruhnya pelet kurang baik. Karena dapat berakibat patal, telurnya kurang baik, lengket dan diselimuti lemak. Keadaan itu menyebabkan daya tetasnya rendah.

Pakan tambahan yang baik untuk induk gurame adalah campuran antara pelet dan daun-daunan. Jenis daun yang baik adalah daun alas. Daun lainnya yang bisa diberikan pada induk gurame adalah daun singkong dan kangkung. Namun daun yang paling baik adalah daunt keladi. Tetapi sebaiknya daun itu dilayukan dulu bebrapa jam, untuk mengurangi getahnya.

Berikut ini beberapa persyaratan lokasi yang baik untuk memelihara ikan gurame agar memelihara gurame makin mudah diterapkan :

Ketinggian Tempat

Lokasi sebaiknya memiliki ketinggian 20-400 m dpl. Pada ketinggian ini pertumbuhan gurame akan optimal. Bila lokasi di atas kisaran tersebut maka pertumbuhan akan lambat.

Suhu

Gurame tumbuh baik di daerah besuhu 25-28 derajat Celsius. Ikan ini sangat peka terhadap perubahan suhu. Lokasi yang perubahan suhunya terlalu ekstrim akan menyebabkan ikan stress. Perubahan suhu dapat dikendalikan dengan pengaturan volume air. Saat cuaca panas, tinggi air dapat ditingkatkan 10-20 cm dari biasanya. Sementara saat hujan atau suhu dingin, tinggi air dapat diturunkan.

Kualitas Air

Kandungan oksigen terlarut (DO) yang dibutuhkan sekitar 7,8 ppm. Derajat keasaman air (pH) yang ideal adalah 6,5-7,0 dengan nilai kesadahan (Hd) 7.
Kadar oksigen yang terlarut sebenarnya tidak terlalu berpengaruh pada gurame, karena gurame memiliki labirin yang berfungsi mengambil udara.
Air dari sungai atau irigasi bisa dipakai untuk memelihara asalkan tidak tercemar limbah pestisida dan limbah rumah tangga. Karena gurame menyukai air bersih. Air yang berasal dari saluran air sebaiknya diendapkan terlebih dahulu karena dikhawatirkan mengandung kotoran. Kotoran yang bercampur dengan sisa pakan akan mengakibatkan pembusukan. Hal ini akan memicu timbulnya bakteri, parasit dan cacing

Bagikan Artikel Ini Ke Teman Anda.

Facebook Twitter Google+

Tentang Penulis

Penulis banyudadi
Diposkan oleh :

Banyudadi adalah penyedia dan penyalur benih ikan air tawar, seperti: Gurame, Lele, Nila, Bawal, Patin, Ikan mas, Graskap, Tawes, Nilem, Gabus dan juga beberapa jenis ikan hias seperti: Koi, cupang, Komet, dll yang dihasilkan dari produksi para kelompok-kelompok petani perikanan yang terdaftar di Dinas Perikanan Prop. DI. Yogyakarta maupun Dinas Perikanan se-Kab. di DI. Yogyakarta.

Baca Juga Artikel Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.