Kolam Terpal Rangka Bambu Kayu Pipa/Besi Lele

Ada dua jenis kolam terpal yang dibuat menggunakan kerangka bambu atau kayu, yaitu kolam untuk pendederan dan kolam untuk budidaya. Pada umumnya kolam untuk pendederan akan lebih kecil dan sederhana jika dibandingkan kolam yang akan digunakan untuk usaha budidaya pembesaran. Berikut ini langkah-langkah dalam membuat kolam budidaya pendederan.

Kolam Terpal Kerangka Bambu Besi Lele

1). Untuk membuat kolam pendederan berukuran 1 x 2 m, anda harus menyiapkan delapan buah kayu yang telah diserut (4 buah kayu berukuran 2 meter dan 4 buah kayu berukuran 1 meter). Potongan kayu kaso ini digunakan untuk menyatukan semua tiang, sehingga membentuk kolam empat persegi panjang.

2). Untuk menyatukan semua kayu tadi, gunakan paku berukuran 7-9 cm. Agar plastik tidak langsung bersentuhan dengan tanah, sebaiknya posisi bak tinggikan 5 cm dari tanah.

3). Rapatkan bambu ke semua kerangka dinding dan dasar kolam menggunakan paku. Namun, usahakan bambu tidak pecah.

4) Setelah semua bambu menyatu rapat, pasang plastik terpal secara hati-hati agar tidak ada yang bocor.

5). Rapatkan terpal ke dalam dan dasar kerangka, lalu lipat bagian sudutnya. Pemasangan harus rapi agar tidak ada plastik yang mengerut.

6). Kemudian jepit terpal mengguankan bilah bambu di bagian atas dinding kerangka.

7). Setelah selesai, isi kolam terpal dengan air sebanyak 2/3 dari total tinggi bak, lalu diamkan selama sehari untuk mengecek adanya kebocoran kolam.

8). Jika terjadi kebocoran yang terlalu besar, penanggulangannya dapat dilakukan dengan menambal terpal menggunakan lem plastik. Namun, jika tidak terjadi kebocoran, kolam terpal bisa digunakan.

Selain kolam terpal untuk kkegiatan pendederan, anda juga bisa membuat kolam terpal yang digunakan untuk kegiatan pembesaran ikan lele. Untuk lebih rincinya, berikut tahapan pembuatan kolam lele di atas terpal.

1. Untuk membuat kolam berukuran 2m x 5m x 1m, galilah tanah sedalam 50 cm pada sebidang tanah berukuran 2m x 5m. Penggalian ini penting untuk membantu terpal dalam menahan beban air. Pastikan agar tanah yang telah digali telah dibersihkan dan rata.

Kamudian langkah selanjutnya adalah membuat kemalir dengan cara membuat ceruk kecil ditengah-tengah kolam. Ceruk kecil tersebut dibuat memanjang seperti parit untuk saluran air dan mempermudah proses pemanenan lele.

2. Pembuatan dinding kolam

Seperti yang telaah dijelaskan di atas, dinding kolam dapat dibuat dengan bambu atau tembok. Untuk menhemat biaya, petani pemula dapat membuat dinding kolam dengan bambu. Cara dengan membuat rangka bambu.

Rangka dari bambu dapat dibuat setinggi 1m atau seluas kolam yang disipakan. Rangka bambu dipasang disekeliling kolam dengan pola seperti pagar. Pastikan ukuran rangka yang dibuat adalah 5m x 2m x 1,5m. Ukuran ini akan memudahkan pemasangan terpal karena ukuran yang dibuat sedah presisi.

3. Pesiapan terpal

Untuk membuat kolam dengan ukuran 2m x 5m x 1m sebaiknya menggunakan terpal dengan ukuran 5m x 8m. SEbelum dipasang, terpal sebaiknya dibersihkan menggunakan air dengan cara mencucinya atau menggosoknya dengan lap. Kegiatan ini perlu diulang beberapa kali agar zat-zat kimia pada terpal hilang. Yang perlu diperhatikan adalah.

4. Pemasangan terpal

Setelah terpal dicuci, selanjutnya adalah proses pemasangan terpal. Terpal dipasangkan mengikuti bentuk rangka bambu. Dalam proses pemasangan dilakukan dengan hati-hati supaya terpal tidak bocor.

Kemudian lipat bagian pojok terpal mengikuti bentuk rangka. Setelah itu isilah dengan air. Selama pengisian air berlangsung, rapikan terpal. Pengisian air dapat mempermudah dalam pemasangan terpal dan terpal terlihat lebih rapi.

Setelah terpal terpasang dengan rapi, selanjutnya ikatkan setiap ujung atau sisi terpal dengan tali rafia atau tali kuat lainnya. Terpal ditambahkan pada rangka bambu. Kemudian, pengisian air dilanjutkan hingga ketinggian air mencapai 50cm.

5. Pemupukan kolam

Pemupukan dilakukan untuk menciptakan kondisi air yang ideal bagi tempat hidup lele. Pemupukan dilakukan untuk mencapai pH air yang sesuai dengan kebutuhan hidup lele.

Pemupukan dapat dilakukan dengan menggunakan kotoran kambing dan ramuan herbal. Langkah pertama proses pemupukan adalah dengan memasukkan kotoran kambing pada dua karung sebanyak 15kg, jadi masing-masing karung berisi kotoran kambing sebanyak 7,5kg . Kemudian, karung yang berisi kotoran kambing tersebut dimasukkan ke dalam kolam. Karung tersebut dibiarkan menggantung dalam air dan jangna diberi pemberat karena dapat tenggelam.

Jika menggunakan ramuan herbal, siapkan ramuan herbal sebanyak 4 sendok. Ramuan herbal tadi dilarutkan dalam 5 liter air dan masukkan 2 sendok garam dapur. Kemudian, aduk larutan agar tercampur rata. Selanjutnya larutan herbal tadi disebar ke dalam kolam secara merata, biarkan kolam selama minimal 8 hari.

Jika tidak ada ramuan herbal, petani lele dapat menggunakan probiotik khusus yang ditebarkan dikolam. Jenis probiotik yang dapat digunakan dalam kolam adalah probiotik nitrobacter.

Probiotik ini berfungsi untuk menjaga kualitas air kolam. Probiotik ini mampu menjaga kadar O2 dalam kolam dan membentuk plankton, penghasil oksigen sekaligus sebagai makanan bagi gurami. Selain itu probiotik nitorbacter mampu menguraikan ammonia sehingga mengurangi bakteri pathogen yang sering muncul di dalam kolam. Berikut ini cara menggunakan probiotik nitrobacter.

Alat

  • Ember/bak
  • Jeriken

Bahan

  • 1 liter starter probiotik nitrobacter
  • 1 liter molase
  • 385 gram susu kental manis putih
  • 25 liter air
  • 2 kg gula pasir
  • 2 sdm urea

Cara membuat

  1. Starter probiotik nitribacter dan air dicampurkan dalam bak/ember. Kemudian, aduk campuran tersebut hingga rata.
  2. Selanjutnya, campurkan semua bahan, termasuk starter nitrobbacter yang sudah dicampurkan air tadi lalu masukkan ke dalam jeriken.
  3. Tutup rapat jeriken dan diamkan selama dua hari agar terjadi proses fermentasi.
  4. Jerigen harus dibuka setiap 12 jam sekali untuk mengeluarkan gas yang dihasilkan selama proses fermentasi.
  5. Kemudian, larutan probiotik nitrobacter siap digunakan dengan cara dipercikkan ke dalam kolam.

Setelah berumur 6-8 hari, kolam akan berisi plankton/jasad renik/jentik-jentik. Jika sudah demikian, kolam siap diguanakn untuk memulai usaha budidaya lele.

Setelah memasuki hari ke delapan pengomposan, karung yang berisi kotoran kambing boleh diangkat, injak-injak karung atau dicelup-celupkan sebelum diangkat agar kandungan zat-zat yang berguna untuk kesehatan air kolam dan lele lebih banyak keluar dan menyebar. Kotoran kambing dala karung yang telah diangkat bisa digunakan untuk memupuk tanaman.

Selain nitrobacter, probiotik yang digunakan untuk budidaya lele adalah probiotik Marine Bioaquatic. Probiotik ini disebarkan ke air kolam 2 kali seminggu.

Marine Bioaquatic mengandung bakter-bakteri penetralisir air kolam untuk melindungi ikan dari racun dan bakteri-bakteri penyebab penyakit. Selain itu, supaya daya tahan ikan optimal dan tidak mudah terserang penyakit, Marine Biostimulant dapat dicampurkan dengan pakan. Pemberian biostimulant dapat berpengaruh besar terhadap percepatan pertumbuhan lele.

Setelah proses pembuatan kolam terpal untuk pembesaran lele selesai, langkah selanjutnya adalah mempersiapkan kolam tersebut agar bisa ditebar benih, untuk ukuran kolam 5m x 2m x 1m atau 10 m2 dapat menampung benih lele sebanyak 1000 s/d 1200 ekor.

Kisaran tebar yang ideal untuk lele adalah 100 s/d 120 ekor/m2. Tebarkan benih sesuai dengan kisaran tebar yang ideal, penebaran benih sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari.

Kualitas benih yang akan ditebar sangat  mempengaruhi hasil produksi, maka dari itu pemilihan  benih haruslah selektif, usahakan mengambil benih dari tempat-tempat yang sudah terpecaya kredibilitasnya sebagai pembenih lele.

Bagikan Artikel Ini Ke Teman Anda.

Facebook Twitter Google+

Tentang Penulis

Penulis banyudadi
Diposkan oleh :

Banyudadi adalah penyedia dan penyalur benih ikan air tawar, seperti: Gurame, Lele, Nila, Bawal, Patin, Ikan mas, Graskap, Tawes, Nilem, Gabus dan juga beberapa jenis ikan hias seperti: Koi, cupang, Komet, dll yang dihasilkan dari produksi para kelompok-kelompok petani perikanan yang terdaftar di Dinas Perikanan Prop. DI. Yogyakarta maupun Dinas Perikanan se-Kab. di DI. Yogyakarta.

Baca Juga Artikel Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.