Kolam Tembok Untuk Ikan Lele

Kolam tembok merupakan kolam ikan yang dibangun permanen dengan menggunakan semen atau batako. Penggunaan kolam tembok untuk budidaya lele tentu lebih maju daripada penggunaan kolam tanah. Kolam tembok memiliki beberapa kelebihan tetapi juga memiliki kekurangan. Berkuti ini beberapa kelebihan budidaya lele dengan kolam tembok.

Lele Pada Kolam Tembok

  • Kolam tembok tahan terhadap kebocoran akibat hewan perusak kolam.
  • Kolam tembok lebih tahan terhadap tekanan air kolam.
  • Memudahkan pekerjaan peternak dalam pengontrolan air dan hewan pengganggu.
  • Kualitas air bisa dikontrol lebih cermat karena adanya resapan.

Sementara itu, kekurangan kolam tembok dapat dipaparkan sebagai berikut.

  • Penyediaan pakan alami lebih sedikit
  • Proses penguraian alami kotoran ikan dan sisa makanan menjadi sulit terjadi karena tanah tertutupi oleh tembok.
  • Biaya yang dikeluarkan untuk membeli kolam tembok lebih mahal.

Berikut ini cara merawat dan mempersiapkan kolam tembok untuk usaha budidaya lele.

a. Setelah panen total atau untuk memulai usaha sebaiknya kolam dibersihkan agar lenih higienis dan tidak menimbulkan penyakit bagi bibit ikan.

b. Untuk kolam yang sudah digunakan (setelah panen), perlu dilakukan pengeringan dan penjemuran kolam selama 2-3 hari. Penjemuran ini bertujuan untuk mengurangi kelembapan kolam dan mematikan lumut yang tumbuh didasar dan dinding kolam.

c. Perlu diperhatikan pula penggunaan desinfektan berupa kalium permanganat (KMnO4) sebanyak 20-30 mg/l.

d. Pengisian air baru ke dalam kolam dapat disesuaikan dengan benih yang akan ditabur.

Adapun cara membuat klam tembok sebagai berikut.

1. Buatlah pondasi kolam dan kerangka besi untuk dinding kolam berukuran 25 x 10 cm dengan kedalaman kolam 80-180 cm.

2. Buatlah papan mal pondasi dan tanggul kolam untuk pengecoran dinding kolam dan pondasi, setelah itu laukan lah pengecoran. Untuk dasar kolam biarkan berupa tanah.

3. Apabila ingin menghemat biaya, dinding kolam bisa juga menggunakan batu bata atau batako, akan tetapi dinding rawan retak.

4. Kemudian, tanam paralon berbentuk L di salah satu sudut tanggul untuk saluran pembuangan dan disudut yang lain sebagai saluran pemasukan.

5. Selanjutnya, buatlah parit di tengah kolam yang menghubungkan antara saluran pemasukan dan pembuangan untuk mempermudah pemanenan nantinya.

Bagikan Artikel Ini Ke Teman Anda.

Facebook Twitter Google+

Tentang Penulis

Penulis banyudadi
Diposkan oleh :

Banyudadi adalah penyedia dan penyalur benih ikan air tawar, seperti: Gurame, Lele, Nila, Bawal, Patin, Ikan mas, Graskap, Tawes, Nilem, Gabus dan juga beberapa jenis ikan hias seperti: Koi, cupang, Komet, dll yang dihasilkan dari produksi para kelompok-kelompok petani perikanan yang terdaftar di Dinas Perikanan Prop. DI. Yogyakarta maupun Dinas Perikanan se-Kab. di DI. Yogyakarta.

Baca Juga Artikel Ini

2 thoughts on “Kolam Tembok Untuk Ikan Lele

  1. Mas Anto

    uni

    Mas itu dasar kolam kok di biarkan berupa tanah,,,kenapa tidak di semen,,,apa nanti ada perbedaan dengan pertumbuhan lele antara di biarkan betupa tanah dan di semen

    Reply
    1. Mas Anto

      Anto

      Pada dasarnya lebih bagus tanah dan untuk penghematan biaya, tetapi untuk kebersihan lebih bagus semen.

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.