Kerabat Ikan Cupang

Diposkan oleh : / On Cupang

Awalnya, cupang liar hanya memiliki warna merah atau hijau yang ditimpali dengan warrna cokelat kusam. Kini cupang dipenuhi warna dari ungu, merah, hijau, biru, putih, kuning, jingga, tembaga, hingga emas. Cupang yang ditemui di alam bebas kebanyakan berwarna cokelat gelap kehitaman dengan noda kuning kecil, atau yang merah padam dan yang menguning bagai burung kenari. Jenis-jenis liar tersebut sebagai berikut.

Kerabat Ikan Cupang

a.  Betta Albimarginata

Setelah dihebohkan dengan betta splendens yangg memiliki berbagai warna dan bentuk ekor yang menarik, orang kini melirik juga cupang dari alam liar. Di Asia Tenggara termasuk indonesia ternyata menyimpan jenis baru yaitu Betta albimarginata. Cupang ini ditemukan sekitar tahun 1993 oleh Maurice Kottelat di Kalimantan Timur. Albimarginata berarti bertepi putih, karena warna sirip punggung, ekor dan bawah berwarna putih. Bahkan, sirip dasinya pun berujung putih. Ukurannya hanya sekitar 5 cm (2 inci) dan termasuk yang terkecil di antara jenis cupang yang ada.

B. albinamarginata merupakan jenis mouthbreeder atau mengerami telur di dalam mulutnya samopai menentas dan memuntahkan anak-anaknya pada waktunya. Jenis ini juga yang ditangkap oleh Dickman, Knoor dan Gram di aliran sungai Sembuak selebar 2 meter, di kota Malinau sekitar tahun 1996 yang letaknya kira-kira 100 km dari tempat Kottelat menangkap spesimennya.

Menurut Kottelat B. albimarginata dewasa sangat mirip dengan Betta channoides sehingga cukup membingunkan. Namun, burayak keduanya berbeda sama sekali. Burayak B. albimarginata berwarna hitam dan berukuran 5 mm, sedangkan burayak B. channoides berwarna terang seperti burayak guppy. B. albimarginata ditemukan di perairan dangkal di antara perakaran tumbuhan, dengan pH 5,5 temperatur 27 derajat C dan kesadahan 3 dH. Jantan B.albimarginata mengerami telur dan anaknya di dalam mulutnya selama 12 hari pada suhu 26-27 derajat C.

b.  Betta akarensis

Penampilan B.akarensis menyerupai B.pugnax, tetapi ukurannya lebih kecil. B.akarensis jantan memiliki warna hijau iridescent di penutup insangnya dan berukuran lebih kecil daripada betinanya. Perbedaan keduanya terletak pada garis ditubuhnya. Ketika memijah, si jantan kehilangan garis tersebut, sedangkan garis di badan si betina akan semakin tegas. Garis yang paling menonjol terlihat dari mulut ke arah mata dan berakhir di pangkal ekor. Garis kedua ada dibagian bawah tubuh, sedangkan garis ketiga terletak disekitar sirip punggung.

Cara membedakan jenis kelaminnya sangat mudah dan hampir mirip dengan cara membedakan jenis kelamin pada B.pugnax. Ekor jantan meruncing ke belakang dan sirip bawah menyapu melampaui sirip ekornya. Si betina tidak memiliki warna hijau iridescent dan ekornya lebih membulat. Si jantan mempunyai sirip yang sangat panjang untuk ukuran cupang alam.

B.akarensis sangat adaptif terhadap lingkungannya dan aman dipelihara di dalam air dengan pH 7.0 dengan kesadaran 80 ppm. Ketika ikan dipijahkan, sebaiknya gunakan air yang memiliki kesadahan rendah untuk merangsang aktivitas seksualnya. Penggantian air untuk merangsang reproduksi.

B.akarensis bertelur dengan cara yang khas. Sang jantan akan menjaga lingkungannya, kemudian menjadi aktif merayu si betina. Betina malu dan takut-takut. Si jantan mulai menggelapkan warna badannya hingga kecookelatan dan warna hijau iridescence-nya semakin terlihat. Ketika si betina menjadi lebih pucat , si jantan mulai meminang dan berenang disekitar betina, melebarkan siripnya, serta menggoyang-goyangkan badannya. Pada tahp ini si betina akan menghindar sampai benar-benar siap dan menunjukkan garis-garis tubuhnya yang semakin tegas hingga bertelur. Si betina akan menanggapi jantan, lalu cupang tersebut kawin. Jantan membengkokkan badannya saat mengawini si betina. Telur dikeluarkan sambil dibuahi oleh si jantan. Si betina yang pertama kali pulih memunguti telur yang berjatuhan dan meludahkannya sampai si jantan siap menyimpannya di dalam mulutnya.

Pemijahan berlangsung hingga sekitar 12 jam dan semua telur di masukkan ke dalam mulut si jantan. Betina harus segera diangkat, bila tidak telur akan ditelannya. Namun jika hal ini terjadi, mereka akan memijah kembali keesokan harinya. Dua hari kemudian telur-telur akan menetas di dalam mulut si jantan dan terus di erami. Umumnya, beberapa burayak akan tertelan, tetapi sisanya akan tetap dirawatnya. Upayakan saat mengerami dan merawat burayak dalam mulut , si jantan dibiarkan dalam suasana tenang tanpa ada gangguan. Pada hari kesepuluh atau kesebalas burayak akan dikeluarkan dari mulutnya. Jumlahnya bisa sekitar 60 ekor. Segera angkat si jantan dan diistirahatkan selama dua minggu sebelum dipijahkan lagi. Burayak dapat diberi makanan seperti artemia.

c. Betta balunga

Betta balunga adalah keluarga cupang jenis mouthbreeding, sangat mirip dengan B.pugnax. Cupang ini banyak terdapat di Kalimantan Timur, tepatnya di sebelah timur wilayah Tawau Semborna B.balunga masih sekelompok dengan B.akarensis . Dalam kelompok tersebut terdapat 4 jenis, yaitu B.akarensis, B.climacura,B.chini dan B.balunga. Hubungan kekerabatannya masih belum dapat didefinisikan. Keempat jenis ini dapat berkawinsilang dan memiliki susunan warna yang mirip.

B.balunga jantan dewasa bisa mencapai panjang 12 cm, sedangkan betina berukuran 10 cm. Jenis kelamin bisa dibedakan ketika umur dewasa. Jantannya memiliki sirip ekor, punggung, bawah dan dasi yang lebih panjang dari betinanya. Sirip ekor si jantan dihiasi oleh pola jaringan cantik dan sirip bawah bertepi biru tua dengan bagian atasnya berwarna biru muda. Sirip dasi yang berwarna putih panjangnya hampir sama dengan sirip bawahnya.

Balunga ketika memiliki tubuh berwarna abu-abu cokelat dan terdapat beberapa bintik-bintik. Saat garang, terutama ketika memijah, si betina memiliki garis-garis di tubuhnya. Dua buah garis gelap dengan latar belakang terang, satu berada di belakang dan satunya lagi berada di tengah-tengah tubuhnya. Tergantung suasana hatinya, B.balunga memperlihatkan wajah serupa topeng yang sangat menarik. Pada latar belakang yang terang terlihat garis gelap melewati matanya dan garis gelap lainnya mengarah ke matanya secara diagonal. Mata B.balunga berwarna merah.

Betta balunga sebaiknya dipelihara di dalam akuarium besar dan lingkungannya dibuat semirip mungkin dengan habitatnya. Air harus memiliki kesadahan rendah dan asam serta difilter agar selalu dalam keadaan jernih. Suhu air yang dibutuhkan sekitar 23 derajat C. Pakan dapat berupa jentik nyamuk, kutu air ataupun artemia. Cupang ini dapat hidup bersama jenis cupang yang lain seperti B.edithae.

d. Betta bellica

Betta bellica merupakan cupang asli asal indonesia yang tersebar di Sumatera, Malaysia, Perak dan Thailand. Ukurannya bisa mencapai 11 cm. Menurut Ladiges, Betta bellica di temukan di Malaysia di rawa besar dekat sungai Kinta yang merupakan anak sungai Perak. Bellica berarti “suka perang”, ada juga yang menyebut sebagai B.fasciata atau B.bleekeri. B.bellica awalnya dijelaskan berasal dari Malaysia, Malaka dan B.fasciata digambarkan berasal dari Sumatera. Fasciata sesungguhnya memiliki warna dasar kebiruan dan sedikit lebih kecil paling besar berukuran 10 cm. Orang pertama yang menemukan jenis ini adalah biolog Jerman, J.Reichelt, tahun 1905 yang pertama kali menangkap ikan ini dipulau Sumatera dan mengidentifikasinya.

Walaupun namanya dalam bahasa latin berarti suka perang, tetapi sesungguhnya B.bellica adalah ikan yang suka damai. Bellica sangat cocok untuk dipelihara dalam akuarium bersama-sama ikan jenis lain, tetapi jangan ditempatkan dengan ikan-ikan kecil. B.bellica akan memperlihatkan warnanya yang menarik di tempat yang penuh dengan tanaman air dan tempat berembunyi. Akuarium harus ditutup rapat, karena ikan ini dapat melompat melalui lubang yang kecil sekali pun.

Habitat asli B.bellica adalah perairan yang sangat lunak dan asam dengan pH sekitar 4,6 serta suhu 28 derajat C. Namun untuk pemeliharaan dalam akuarium, bellica toleran terhadap air yang asam hingga netral, tidak terlalu keras dan bersih. Penggantian air harus sering dilakukan karena ikan ini sangat peka terhadap air yang kotor. Akibatnya akan muncul bintik-bintik cokelat di tubuhnya.

Secara alami B.bellica memakan hampir semua jenis serangga kecil dan berbagai jenis udang renik. Pada musim hujan makanan berlimpah di rawa dan kolam tempat ikan bermukim. Saat makan, ikan ini akan melompat menangkap serangga yang hinggap dekat permukaan air.

B.bellica adalah ikan yang membuat sarang busa atau bubblenester yang ukurannya terbesar dalam keluarga cupang. Si jantan akan membuat sarang busa yang lebih padat di bawah daun yang mengambang di permukaan air. Si jantan cepat birahi melihat si betina. Ikan jantan bentuk tubuhnya lebih besar dibandingkan dengan si betina. Warnanya pun lebih garang, sementara si betina tubuhnya berbelang-belang ketika didekati si jantan. Dalam tempo singkat mereka kawin dan bertelur. Si jantan menjaga telur-telurnya sampai menetas dalam busa yang dibuatnya. Penetasan hanya berlangsung 2-3 hari. Setelah berumur 5 hari, burayak boleh diberi makan makanan lunak dan halus seperti artemia dan daphnia.

e.  Betta channoides

Betta channoides diidentifikasi pertama kali oleh Kottelat, M. dan P.K.L Ng, pada tahun 1994. Ikan ini banyak terdapat di perairan anak sungai Mahakam yang berwarna hitam di Kalimantan Timur sebelah Utara dekat Mujub. Ukuran maksimum ikan ini adalah 5 cm. Berwarna merah hitam sangat menarik, terutama jantannya, dengan semburat putih di sekitar siripnya.

Betta channoides merupakan moutbreeder atau ikan yang mengerami telurnya di dalam mulut. Telur dierami selama 10-12 hari dan bisa menghasilkan 20-30 ekor dalam sekali memijah B.channoides dapat hidup rukun dengan sesamanya dalam satu aquarium dan dapat diberi pakan berupa kutu air, jentik nyamuk atau cacing beku (frozen bloodworm).

f.  Betta edithae

Betta edithae termasuk dalam keluarga Oshronemidae (Gouramies), subfamili Macropodinae, kelas Actinopterygii (ikan ray-finned). Ukuran maksimum 8,2 cm untuk yang jantan, lebih kecil dibandingkan dengan B.bellica yang panjangnya mencapai 10 cm. Lingkungan hidupnya di air tawar dengan pH 6,5-7,5 dan dH 20,0. Suhu habitat idealnya 24-28 derajat C, sesuai dengan iklim hutan hujan tropis. Jenis ini bila disilangkan akan melahirkan warna dasar merah pada keturunannya.

g.  Betta imbelis

Betta imbelis banyak ditemukan di Thailand, Malaysia (dekat Kuala Lumpur, Penang), Indonesia (Sumatera Utara dan Sibolga) dan Vietnam  (Phu Quoc Here). Habitatnya sebagian besar dalam zona yang memiliki tanaman air yang rapat. B.imbelis sering juga disebut B.splendens atau B.rubra. Seharusnya B.imbelis dinamakan B.rubra karena penanaman rubra lebih dahulu daripada imbelis. Namun karena sudah terbiasa dengan nama B.imbelis, nama ini tetap dipertahankan.

Pada tahun 1970 Dietrich Schaller mengimpor cupang imbelis ke Jerman. Walaupun sebuah penerbitan Belanda telah melukis bentuk ikan ini dan menerbitkannya pada tahun 1944, B.imbelis tetap dikenal sebagai B.slendens merah.

B.imbelis dapat dipelihara dalam akuarium kecil berukuran 40 x 40 x 40 cm dengan temperatur air 25-39 C, pH 6,5-7,5. Jantan imbelis membuat busa di permukaan air sebagai tempat meletakkan telur. Perkawinan menghasilkan sekitar 200 telur yang menetas selama 2 hari. Jantan imbelis jauh lebih berwarna dan bersemangat dengan sirip lebih panjang dibandingkan dengan betinanya. Sebaiknya, B.imbelis dipelihara secara soliter. Makanan jenis cupang ini adalah jentik nyamuk dan berbagai udang renik.

h.   Betta livida

Pada musim panas 1991 ditemukan jenis Betta berwarna merah anggur berukuran 3 cm di Selangor Utara, Malaysia. Cupang tersebut dinamai “livida” yang berarti cemburu, merujuk kepada warna matanya yang hijau. ikan ini masuk kedalam kelompok B.coccina. berbeda dengan cupang lainya, B. livida memiliki ujung sirip dasi berwana hijau (putih pada B.tussyae dan hitam pada B.coccina) dan bintik-bintik hijau di tepian sirip pada jantan dan betinanya. bintik-bintik ini yang membedakannya dengan B. tussyae (juga dari Malaysia) dan B. rutilans (dari kalimantan). persamaan antara B. livida dan B. tussyae adalah adanya garis vertikal berwana emas di insangnya.

ikan-ikan ini kemudian dipelihara pada sebuah akuarium yang sebelumnya di dekor dengan pohon ketapang dan java moss. ikan dengan cepat menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru. pada awalan mereka malu-malu dan sembunyi di bawah dedaunan, tapi setelah beberapa kali diberi makan artemia, ikan tersebut mau keluar dan menyantap makanan, sehinga menjadi cepat besar. selain artemia, larva nyamuk pun mereka santab dengan cepat.

saat memijah,  B.livida menunjukkan warna yang berbeda. si jantan memunculkan warna merah anggur dan berbintik hijau,sedangkan si betina mengeluarkan warna merah gelap dengan dihiasi belang-belang di sekujur tubuhnya.ikan ini bertelur pada malam hari.ikan jantan dan betina berenang ke tempat yang sama,melingkar satu sama laen.pelukannya berbeda dengan B.splendens dan B.imbelis. Pelukan sungsang berlangsung selama 20 detik, kemudian telur berwarna putih tumpah dan menempel pada daun ketapang. Telur-telur  dipindahkan oleh si jantan ke dalam sarang ampai anak-anaknya menetas dua hari kemudian. Anak-anak ikan tersebut setelah berumur 5 hari boleh diberi makan udang renik air asin yang sering juga disebut artemia. Dua atau tiga minggu kemudian pasangan ikan itu dapat berpijah lagi.

i.   Betta acrostoma

Betta acrostoma berasal dari Brunei, Malaysia dan Sarawak. Cupang ini dinamai Brunei Beauty, karena warnanya yang indah bak putri kecantikan. Si cantik ini pertama kali diekspor ke Eropa, khususnya Jerman tahun 1984 dan ke Amerika tahun 1980. Nama macrostoma berarti si mulut besar (macro= besar dan stoma= mulut). Ukuran ikan mencapai 11 cm.

Pemeliharaan ikan ini cukup sulit. Ikan ini membutuhkan kesadahan air yang lunak dengan arus air yang kuat. Macrostoma membutuhkan akuarium kaca berukuran besar dengan suhu air 24-26 C dan pH 3,0-3,5. Sebaiknya, akuarium diberi penutup karena cupang ini termasuk pelompat yang sempurna. Cupang ini dikenal sebagai perenang yang cepat sehingga bila menabrak dinding kaca dapat mengakibatkan kematiannya. Sebaiknya habitatnya dipenuhi dengan tanaman dan tempet-tempat untuk bersembunyi, air sering diganti, dan dilengkapi dengan filter ultra violet.

Di alam ikan ini memangsa serangga hidup. Jangan memberikan makanan rusak atau terkontaminasi penyakit serta cacing merah atau cacing rambut. Macrostoma betina lebih berinisiatif dibandingkan dengan ikan yang jantan saat memijah. Pemijahan biasanya dilakukan di dekat permukaan akuarium. Cupang ini dapat dipijahkan setelah berumur 6 bulan. Warna jantannya lebih colorful. Di Jerman harga untuk ikan ini sekitar US$80-300 atau 50-200 Euro per ekor.

Kini jenis macrostoma sudah dilindungi di Brunei. Pemilikan ikan ini dilarang oleh Sultan Brunei dan jangna mencoba menyelundupkan ikan itu dari Brunei, karena mereka punya undang-undang yang melarang ikan ini keluar dari negara petro dolar tersebut.

j.   Betta pugnax

Betta pugnax diidentifikasikan pertama kali oleh Cantor, T.E pada tahun 1849. Pugnax banyak dijumpai di perairan sungai kecil berarus deras di Indonesia, Malaysia, Brunei, Kamboja, Thailand, Vietnam dan Guam. Suhu air yang disukainya berkisar 24-28 C, dengan pH 5,0-6,0 dan dH 6,0-12,0.

Pugnax termasuk mouthbreeding yang dapat menghasilkan burayak sekitar 100 ekor dalam sekali pijah. Telur di erami oleh si jantan di dalam mulutnya selama 3 hari dan burayak tetap berada di mulutnya hingga berumur 14 hari. Panjang maksimum 12 cm berwarna hijau tua kecokelatan. Si betina kadang kala memperlihatkan pola bergaris di badannya terutama saat memijah. Sirip punggung cenderung meruncing. Sirip bawah si jantan lebih meruncing dibandingkan dengan betinanya.

k.  Betta smaragdina

Betta smaragdina ditemukan pertama kali oleh Ladiges,W. pada tahun 1972 dan banyak dijumpai di Thailand. Cupang ini menyukai air bersuhu 24-27 C dengan pH 6,0-8,0 dan dH 5,0-19,0. Smaragdina merupakan bubblenester, panjang tubuhnya mencapai 7 cm. Jantan umumnya memiliki warna tubuh biru atau hijau yang memberikan kesan seperti emerald. Tulang sirip berwarna merah terah dan tutup insangnya berwarna hijau. Sirip bawah meruncing dan sirip punggung menyerupai lidah api besar. Tubuhnya tampak lebih panjang dari B.splendens. Smaragdina dapat hidup rukun dalam satu grup yang terdiri dari 1 ekor jantan dan 4 ekor betina.

Bagikan Artikel Ini Ke Teman Anda.

Facebook Twitter Google+

Tentang Penulis

Penulis banyudadi
Diposkan oleh :

Banyudadi adalah penyedia dan penyalur benih ikan air tawar, seperti: Gurame, Lele, Nila, Bawal, Patin, Ikan mas, Graskap, Tawes, Nilem, Gabus dan juga beberapa jenis ikan hias seperti: Koi, cupang, Komet, dll yang dihasilkan dari produksi para kelompok-kelompok petani perikanan yang terdaftar di Dinas Perikanan Prop. DI. Yogyakarta maupun Dinas Perikanan se-Kab. di DI. Yogyakarta.

Baca Juga Artikel Ini

2 thoughts on “Kerabat Ikan Cupang

Leave a Reply

Your email address will not be published.