Kemampuan Induk Gurami Dalam Memijah

Untuk mendapatkan induk yang baik, diperlukan ketelitian yang berhubungan dengan faktor genetik induk. Faktor genetik sangat berpengaruh terhadap keturunan yang akan di hasilkan. Selain itu, daerah asal induk juga berpengaruh terhadap produktivitas. Sebagai contoh, gurami yang berasal dari banjarnegara, yogyakarta dan purbalingga (jawa tengah), tulung agung, blitar dan kediri (jawa timur), dan bogor (jawa barat) daerah ini memiliki kualitas gurami yang cukup baik.

Usaha untuk mendapatkan strain gurami berkualitas baik dilakukan dengan cara kawin silang. Induk gurami yang di kawinkan antara lokal dengan lokal secara terus-menerus kualitasnya kurang baik, sebaiknya di kawinkan silang beberapa kali dengan induk dari luar daerah. Perkawinan dengan keturunan secara terus menerus bisa menyebabkan daya tahan ikan gurami melemah, sehingga ikan rentan terserang penyakit dan produktivitas menjadi lebih rendah.

a. Frekuensi pemijahan gurami

Dalam pemijahan induk yang bertujuan untuk memproduksi telur, frekuensi pemijahan, dan derajat pembuahan merupakan tolok ukur keberhasilan yang bisa di gunakan dalam pembenihan. Frekuensi pemijahan adalah berapa kali induk memijah dalam waktu tertentu. Sebagai contoh, 30 ekor induk gurami matang gonad di pijahkan bersama induk jantan secara alami dalam kurun waktu setahun. Dalam kurun waktu tersebut, terjadi 90 kali pemijahan. Dengan demikian frekuensi pemijahan setiap induk yaitu 90 kali : 30 ekor induk betina : 12 bulan = 0,25 kali/ekor/bulan atau 1 kali /ekor/4bulan. Hal ini, menunjukkan bahwa induk gurami memijah setiap 4 bulan atau 3 kali setiap satu tahun.

b. Kematangan gonad sangat menarik untuk di kaji karena sangat berhubungan dengan faktor fekunditas dan keturunan dari spesies ikan. Proses perkembangan kematangan gonad merupakan bagian dari reproduksi sebelum ikan memijah. Selama itu, perkembangan metabolisme tubuh ikan  tertuju pada proses pematangan gonad. Terjadinya proses kematangan gonad akan berpengaruh terhadap penambahan berat badan pada induk ikan gurami. Pada umumnya, rata-rata penambahan berat badan karena kematangan gonad pada ikan gurami betina sebesar 10 – 25%, sedangkan pada ikan gurami jantan sebesar 5 – 10% berat badannya.

Ke mampuan pemijahan gurami

Ke mampuan pemijahan gurami

Pengamatan kematangan gonad dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu cara histologi (di lakukan di laboratorium) dan morfologi (di lakukan di lapangan). Hasil pengamatan histologi lebih mendetil daripada pengamatan morfologi, namun pengamatan morfologi lebih banyak dilakukan oleh pembudiaya ikan gurami, dengan berbagai alasan sendiri-sendiri.

Ada beberapa metode yang bisa di pakai untuk menentukan tingkat kematangan gonad ikan gurami secara morfologi yaitu dari bentuk tubuh, panjang dan berat badan serta warna dan perkembangan isi gonad yang dapat di lihat.  Perkembangan gonad ikan gurami betina lebih banyak di perhatikan daripada ikan jantan, karena perkembangan diameter telur yang terdapat dalam gonad lebih mudah dilihat dari pada sperma yang terdapat di dalam testis.

Banyak para ahli mengadakan pembagian tingkat kematangan gonad, menurut kesteven dalam Ichsan Effendie (2002) kematangan gonad di bagi menjadi fase berikut.

  • Dara, ciri-cirinya ovarium dan testis sangat kecil dan transparant, dari tidak berwarna sampai berwarna abu-abu, telur tidak terlihat dengan mata biasa.
  • Dara berkembang, ciri-cirinya ovarium dan testis jernih hingga berwarna abu-abu merah, telur terlihat apabila menggunakan kaca pembesar.
  • Perkembangan 1, ciri-cirinya ovarium dan testis berbentuk bulat telur, berwarna kemerahan, gonad mengisi kira-kira setengah ruang ke bagian bawah, telur terlihat seperti serbuk berwarna putih.
  • Perkembangan 2, ciri-cirinya testis berwarna putih kemerahan, tidak ada sperma keluar jika di tekan peutnya, ovarium berwarna orange merah, telur dapat di bedakan dan berbentuk bulat telur, ovarium mengisi kira-kira dua pertiga ruang bawah.
  • Bunting, ciri-cirinya organ seksual mengisi ruang bawah, testis berwarna putih dan mengeluarkan sperma apabila perut di tekan, telur berbentuk bulat, beberapa terlihat jernih dan masak.
  • Mijah, ciri-cirinya telur dan sperma keluar dengan sedikit tekanan di perut, telur kebanyakan berwarna jernih.
  • Salin, ciri-cirinya ovarium dan testis kosong dan berwarna merah, telur bisa di hisap kembali.
  • Pulih salin, ciri-cirinya testis dan ovarium berwarna jernih, ke abu-abuan sampai merah.

c. Fekunditas

Fekunditas induk adalah jumlah telur yang dapat di produksi oleh setiap kilogram bobot induk betina. Hal ini di dasarkan pada info sebelumnya, baik berupa hasil penelitaian maupun pengalaman praktis. Pada spesies tertentu, fekunditas induk gurami betina bervariasi, tergantung kondisi nutrisi selama pemeliharaan induk dan kondisi lingkungan. Di thailand, induk yang telah memijah pada tahun ke dua dapat menghasilkan hingga 8000 butir telur setiap sarangnya dengan pemberian pakan yang optimal.

Produktivitas rendah disebabkna antara lain telur tetap di biarkan di media pemijahan, ketersediaan oksigen di media jadi berkurang, penularan jamur saprophytis dari telur yang tidak di buahi, serangan musuh, dan induk masih terlalu muda ketika memijah.

Potensi produksi telur sangat di tentukan oleh faktor prosentase induk yang matang gonad. Jika presentase induk matang gonad rendah, maka potensi produksi telur juga rendah, begitu pula sebaliknya. Oleh karena itu, nilai presentase standar induk matang gonad perlu di perhatikan sehingga dapat di jadikan tolok ukur penentuan keberhasilan pemeliharaan induk. Sebagai contoh, fekunditas gurami 1,500 butir/kg. Jika berat induk betina 3 kg maka produksi telur mampu mencapai 4.500 butir telur. Jika di asumsikan jumlah induk matang gonad sebanyak 60% maka dari 50 ekor induk akan di peroleh telur sebanyak 50 ekor x 60% x 3 kg/ekor x 1.500 butir/g, yaitu sebanyak 135.000 butir telur.

Penghitungan telur sangat membutuhkan pengalaman, pembudidaya baru biasanya mengalami kesulitan. tetapi jika sudah terbiasa akan mudah asal mau mempelajari cara kerjanya. Kalau sudah terbiasa penghitungan akan sangat mudah, bahkan hanya dengan perkiraan sudah cukup namun masih kurang akurat. Salah satu cara penghitungan telur yaitu dengan menakar ke dalam kotak berukuran 4 cm x 8 cm. Jika dasar luasan kotak bersisi penuh, jumlah telur berkisar 1000 butir karena rata-rata setiap butir telur mempunyai garis tengah 2,5 mm.

Demikan artikel Kemampuan Induk Gurami Dalam Memijah moga bisa bermanfaat bagi yang membutuhkan, untuk pesan benih gurami kualitas baik dari banyudadi klik ini.

 

Bagikan Artikel Ini Ke Teman Anda.

Facebook Twitter Google+

Tentang Penulis

Penulis banyudadi
Diposkan oleh :

Banyudadi adalah penyedia dan penyalur benih ikan air tawar, seperti: Gurame, Lele, Nila, Bawal, Patin, Ikan mas, Graskap, Tawes, Nilem, Gabus dan juga beberapa jenis ikan hias seperti: Koi, cupang, Komet, dll yang dihasilkan dari produksi para kelompok-kelompok petani perikanan yang terdaftar di Dinas Perikanan Prop. DI. Yogyakarta maupun Dinas Perikanan se-Kab. di DI. Yogyakarta.

Baca Juga Artikel Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.