Jenis-jenis Strain Nila

Sejak pertama kali datang pada tahun 1969 ke indonesia, ikan nila sudah banyak mengalami perkembangan , khususnya dalam perbaikan genetis. Perkembangan kualitas genetis ikan nila ini dilakukan oleh balai Penelitian Perikanan Air Tawar, Balai Benih Induk (BBI), Balai Benih Air Tawar (BBAT), dan lembaga penelitian lainnya. Dahulu lembaga-lembaga tersebut bernaung di bawah Departemen Pertanian. Namun, saat ini berada di bawah pengawasan Departemen Kelautan dan Perikanan.

Perbaikan genetis dengan menciptakan strain baru dilakukan karena ikan nila yang ada sejak tahun 1969 telah menunjukkan penurunan kualitas. Hal ini membuat pembengkakan biaya produksi yang harus dikeluarkan oleh petani. Selain itu, adanya penurunan kualitas juga membuat pemasaran ikan nila tidak bisa bersaing di pasaran, khususnya pasar ekspor. Selain melakukan pemuliaan genetis, pemerintah juga mendatangkan strain baru yang berasal dari Filipina, Taiwan, dan Thailand.

Saat inisudah ada lembaga yang khusus mengurusi induk ikan nila, yaitu Pusat Pengembangan Induk Ikan Nila Nasional (PPIINN). Melalui penelitian dan uji coba, cukup banyak strain ikan nila yang telah dihasilkan dan memiliki kualitas yang bagus. Berikut beberapa strain ikan nila yang cukup dikenal dan digemari, baik oleh petani maupun konsumen.

a. Gift

nila gift

Nila Gift  (genetic improvement of farmed tilapias) pertama kali dikembangkan oleh International center for Living Aquatic Research Management (ICLARM) pada tahun 1987 dengan dukungan dari Asian Development Bank dan Unites Nations Development Programe (UNDP). strain ini merupakan hasil seleksi dan persilangan ikan nila dari Kenya, Israel, Senegal, Ghana, Singapura, Thailand, Mesir dan Taiwan.

Booming budidaya ikan nila bisa dikatakan setelah adanya strain nila gift ini. Nila gift ini didatangkan pertama kali di indonesia pada tahun 1994. Selanjutnya pada tahun 1997, mulai dikembangkan hingga mencapai generasi ke enam.

Keunggulan nila gift adalah pertumbuhannya yang cepat. Pada umur 5-6 bulan, strain ini mampu mencapai bobot 600 gram per ekor. Keunggulan lainnya sebagai berikut:

  • Toleran terhadap salinitas air yang tinggi.
  • Lebih tahan terhadap serangan hama dan penyakit.
  • Potensi produktif 1,5-2 tahun.
  • Interval pemijahan 3-6 minggu.
  • Induk betina dengan berat 600 gram mampu bertelur 2.000-3000 butir dalam sekali pijah

b.BEST

Ikan nila best

Strain nila BEST (Bogor Enhanced Strain Tilapias) merupakan salah satu ikan nila unggulan yang dihasilkan pada tahun 2008. Nila jenis ini memiliki fisik yang mirip dangan nila gift. Pasalnya, nila BEST lahir dari hasil seleksi menggunakan populasi dasar yang salah satunya  bersumber dari ikan nila gift generasi keenam. Tepatnya, nila BEST lahir dari hasil seleksi empat strain ikan nila yaitu nila lokal, nila danau tempeh, nila gift generasi 3, dan nila gift generasi 6 (generasi terakhir).

Populasi pembentuk karakterisasi ikan nila BEST berdasarkan profil DNA yang dimiliki, kemudian diuji melalui evaluasi keragaman terhadap pertumbuhan di lingkungan kolam dan danau. Program seleksi dilakukan sejak pembentukangenerasi pertama hingga generasi ketiga (tiga tahun). Dalam setiap generasi, pengujian selalu dilakukan untuk mendeteksi arah seleksi agar tidak menghasilkan negatif selection dan memudahkan mengambil tindakan pencegahan pada generasi selanjutnya.

ikan nila BEST memiliki keunggulan dalam pertumbuhan dan ketahanan, salah satunya yakni relatif lebih kuat terhadap lingkungan buruk dan penyakit. Selain itu, ikan strai ini sangat adaptif untuk dipelihara dengan berbagai pola dan tempat hidup. Dengan kata lain, ikan nila BEST termasuk ikan yang “bandel”.

Keunggulan lain nila BEST sebagai berikut

  1. Survival Rate (SR) atau tingkat kelulusan hidup 90% (nila lokal 60-70%).
  2. Laju pertumbuhan 4,85% (gesit 4,5% dan nirwana 3,93%).
  3. Food Convertion Ratio (FCR) 1,1 (nila lokal 2).
  4. Mempunyai ketahanan terhadap penyakit 140% lebih tinggi dibandingkan dengan nila lokal.

c.Gesit

nila gesit

Nila gesit merupakan salah satu strain unggulan yang sangat disukai petani. Pasalnya, strain ini mampu tumbuh sangat cepat dan mampu menghasilkan larva jantan dengan persentase hidup hingga 98%. Dilihat dari pertumbuhannya, nila gesit pada umur 4-5 bulan memiliki panjang 8 cm dan dapat mencapai bobot 500-600 gram/ekor.

Nila gesit berasal dari rekayasa mutasi hormonal nila Gift generasi ketiga. Hasil rekayasa ini disilang-silangkan dan diseleksi untuk mendapatkan mutasi genetik yang stabil. Larva jantan yang didapat diberi perlakuan feminimisasi menggunakan hormon estradiol-17 hingga dihasilkan betina yang menghasilkan gen XY. Melaluinserangkaian uji progeni, betina dikawinkan kembali dengan jantan normal.Hasil perkawinan keduanya menghasilkan nila gesit yang semuanya jantan.

Induk jantan nila gesit ini jika dikawinkan dengan indukan betina strain apapun akan menghasilkan anakan jantan dengan tingkat keberhasilan hingga 98%. Hal itu tentu saja sangat menguntungkan bagi petani.Pasalnya ikan nila jantan mempunyai pertumbuha yang lebih cepat  dibandingkan dengan nila betina.

d. Citralada

Nila citralada

Nila citralada merupakan strain dari Thailand yang diintroduksi pada tahun 1989. Citralada merupakan salah satu strain ikan nila merah. Penampakan fisik ikan nila citralada secara umum hampir sama dengan ikan nila merah lainnya. Namun, nila citralada mempunyai warna tubuh lebih terang dan garis vertikal pada tubuh yang lebih jelas dibandingkan dengan strain nila merah lainnya. Selain itu, sirip ekor nya juga lebih panjang. strain citralada di negara-negara Asia Tenggara biasa digunakan sebagai subtitusi ikan kalap merah, khususnya nila citralada yang dihasilkan dari budi daya ditambak.

e. Hitam 69

Nila hitam

Nila hitam 69 merupakan strain ikan nila yang pertama kali didatangkan dari Taiwan. Setelah melalui uji coba, ikan nila ini disebarluaskan dimasyarakkat  dan dalam waktu singkat sudah menyebar ke seluruh daerah di indonesia. Begitu akrabnya masyarakat dengan ikan nila jenis ini, sehingga tidak heran jika ada yang menyebutnya dengan ikan nila lokal. ikan nila lokal memiliki warna tubuh abu-abu atau hitam terutama dibagian atas. Tubuh bagian bawah (perut dan dada) berwarna agak putih kehitaman atau kekuningan.

Ikan nila hitam memiliki keunggulan, diantaranya  mudah berkembang biak, pertumbuhan badannya cepat, serta pemakan plankton dan tanaman air lunak yang tumbuh di dalam kolam. Selain itu, nila hitam dapat hidup, tumbuh, dan berkembangbiak pada kondisi air yang memiliki pH 5 (sediki asam). Nila hitam termasuk salah satu jenis ikan yang mempunyai toleransi terhadap kualitas air dalam kisaran lebar, sehingga nila hitam dapat dibudidayakan dengan berbagai cara dan diberbagai lokasi. Pertumbuhan ikan nila hitam yang berkelamin jantan lebih cepat dibandingkan dengan betina. Karena itu, ikan nila dapat dibudidayakan secara kelamin tunggal (monosex).

f. JICA

JICA (Japan for International Cooperation Agency) adalah sebuah lembaga donor dari jepang. Pada tahun 2002, JICA bekerjasama dengan Balai Budi  Daya Air (BBAT) Jambi melakukan rekayasa genetis strain ikan nila Pada tahun 2004, dihasilkan ikan nila unggul yang dinamakan strain JICA. Sementara itu, sebagian masyarakat jambi menyebut nila strain JICA dangan nama nila kagoshima.

Dibandingkan dengan strain gift, ikan nila  strain JICA lebih cepat pertumbuhannya (20%). Selain itu, jika dibandingkan dengan ikan nila jenis lainnya, strain JICA lebih irit pakan hingga 25%.

g. Nifi

Nila nifi merupakan salah satu strain ikan nila merah. Warnanya yang merah atau putih dan kuning kemerahan menjadikan ikan ini mempunyai daya tarik tersendir bagi konsumen. Ikan nila ini dapat tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan ikan nila lokal. Keunggulan lainnya yakni mampu menghasilkan keturunan yang dominan jantan. Nila nifi pertama kali didatangkan dari Thailand pada tahun 1989. Karena berbagai keunggulannya, strain ini cepat opuler di sentra-sentra perikanan air tawar di Indonesia.

h. Nirwana

Nila nirwana

Nirwana merupakan kepanjangan dari “Nila Ras Wanayasa”. Sesuai namanya, nila ini berasal dari Wanayasa,Purwakarta, Jawa Barat. Strain nirwana merupakan hasil pemuliaan genetis dari nila ggift dan nila get dari Filipina yang dilakukan oleh Balai Pengembangan Benih Ikan (BPBI) Wanayasa di Purwakarta dan FPK , Institut Pertanian Bogor.

Hasil pemuliaan genetis ini menghasilkan strain nirwana dan dikenalkan di masyarakat sejak akhir tahun 2006. Sejak dirilis, nila strain nirwana banyak disukai oleh petani. Pasalnya, ikan ini mampu mencapai bobot 650 gram/ekor dalam waktu 6 bulan. Selain itu, karakteristik dagingnya juga lebih tebal dibandingkan dengan nila strain lain sehingga sangat cocok dijadikan ikan olahan, seperti bahan baku fillet.

i. Cangkringan

Nila cangkringan

Sesuai namanya, ikan nila strain cangkringan merupakam nila yang berasal cangkringan. Ikan nila merah ini merupakan hasil pemuliaan genetis dari strain nifi,citralada,singapura dan filipina oleh BAT atau BBI  Cangkringan. Strain ini sebenarnya belum secara resmi dirilis ke masyarakat.

Ikan nila cangkringan memiliki keunggulan pertumbuhannya yang cepat. Sejak dari larva menetes hingga mencapai bobot 200 gram hanya memerlukan waktu 4 bulan. Produktivitas larva induk betina dengan bobot 50 gram bisa mencapai 1.700 larva. Di kolam air tenang, FCR ikan nila cangkringan sekitar 1,2.

j. Larasati

Nila larasati

Ikan nila strain larasati dikenal juga dengan nila janti. Ikan nila strain ini merupakan hasil pemuliaan BBI Janti di Klaten. Salah satu strain ini adalah memiliki keseragaman warna sampai 90%. Warnanya sendiri didominasi merah.

Daging ikan nila larasati tergolong tebal. Pertumbuhannya sangat cepat dan tahan bakteri Streptoccus dan Algalectiae. Nilai Survival rate nya mencapai 90%. Ikan ini sangat adaptif terhadap berbagai lingkungan perairan, seperti kolam air deras, kolam air tenang, karamba jaring apung dan tambak air payau. Larasati disukai petani ikan karena memiliki FCR yang rendah.

Bagikan Artikel Ini Ke Teman Anda.

Facebook Twitter Google+

Tentang Penulis

Penulis banyudadi
Diposkan oleh :

Banyudadi adalah penyedia dan penyalur benih ikan air tawar, seperti: Gurame, Lele, Nila, Bawal, Patin, Ikan mas, Graskap, Tawes, Nilem, Gabus dan juga beberapa jenis ikan hias seperti: Koi, cupang, Komet, dll yang dihasilkan dari produksi para kelompok-kelompok petani perikanan yang terdaftar di Dinas Perikanan Prop. DI. Yogyakarta maupun Dinas Perikanan se-Kab. di DI. Yogyakarta.

Baca Juga Artikel Ini

7 thoughts on “Jenis-jenis Strain Nila

  1. Mas Anto

    Cak.Harun

    Saya juga msh belajar pembesaran ikan nila, besuk rencana membeli i
    bibit ikan nila yg msh kecil( takaran ). Kolam saya di Gajah Kuning Plalangan , Pandowoharjo. Sleman.
    sistem pakan saya masih tahap belajar , mohon saya di berikan sistem pakan yang baik dan pembesaran ikan nila dalam 3 bln bisa jual.

    Reply
    1. Mas Anto

      Mas Anto Pembuat Artikel

      Nanti bisa kita bantu mas, datang saja ke alamat kami setelah memesan benih.

      Reply
  2. Pingback: Jenis-jenis Strain Nila | kumpulan artikel Budidaya ikan air tawar

  3. Mas Anto

    tani madani

    Ternyata ada begitu banyak jenis ikan nila,dan saya pun blum memahami jenis ikan nila apa yang biasa saya budidayakan, tapi sepertinya cenderung ke gift dan hitam,. Oh ya pak, u menentukan jenis kelamin ikan nila ni bagaimana ya? Kox sepertinya bgitu sulit?

    Reply
  4. Pingback: Jenis-jenis Strain Nila – Man Rai Fish

Leave a Reply

Your email address will not be published.