Hama Pada Budidaya Ikan Nila

Dalam budidaya ikan nila, terdapat hambatan untuk pencapaian jumlah panen yang diinginkan. Salah satunya adalah adanya serangan hama dan penyakit. Upaya untuk menanggulangi hama dan penyakit yang menyerang ikan nila yakni petani atau pembudidaya harus mengenali hama dan penyakit serta gejalanya. Selanjutnya, melakukan penanggulangan yang tepat sasaran. Berikut ini beberapa hama dan penyakit yang sering menyerang ikan nila.

Hama yang menyerang ikan nila

a. Predator bagi Larva atau Benih

1. Predator burung. Misalnya, burung cangak (Ardea sp), pecuk ular (Anhinga melanogaster), pecuk padi (phalacrocorax), dan burung kuntul (Egretta sp). Populasi burung pemakan ikan ini paling banyak terdapat di dekat pantai dan pesawahan. Beberapa jenis burung tersebut kadang-kadang melakukan serangan secara berkelompok dan berulang-ulang sehingga dapat menghabiskan larva dan benih ikan nila di dalam kolam atau tambak.

2. Ular air. Jenis predator ini biasanya memakan benih ikan dan ikan dewasa di kolam yang memiliki pematang tanah dan permanen.

3. Belut. Hewan ini biasanya memangsa benih.

4. Kutuk atau ikan gabus. Ikan ini berada di dasar kolam dan memangsa benih.

Penanggulangan hewan predator atau pemangsa seperti burung cangak dan kuntul dilakukan dengan cara menempatkan orang-orangan seperti di sawah tanaman padi. Sementara itu, untuk mencegah ular masuk ke dalam lingkungan kolam perlu dibuat pagar dan saringan di aliran air masuk (inlet).. Upaya yang dilakukan untuk mencegah adanya belut sebaiknya memasang polibag pada pematang yang tidak permanen. Selain itu, tempatkan saringan dipintu air masuk untuk menghindari predator seperti kutuk atau ikan gabus.

b. Kompetitor bagi Larva atau Benih

1. Ikan seribu atau cethul. Ikan ini dapat memengaruhi pertumbuhan ikan nila karena merebut makanan, baik pakan alami maupun pakan tambahan.

2. Notonekta (bebeasan). Serangan yang dilakukan biasanya memakan pakan alami yang tersedia.

Penanggulangan hama ikan seribu dilakukan dengan cara memasang saringan pada pintu air masuk. Sementara itu, untuk menghindari hama notonekta perlu pengeringan kolam dan pengapuran dengan dosis 200 g/m2 sebelum tebar benih. Jika masih terdapat hama, berikan minyak tanah yang dicampur dengan pasir 0,5 ppm dan tunda penebaran benih selama satu hari.

Bagikan Artikel Ini Ke Teman Anda.

Facebook Twitter Google+

Tentang Penulis

Penulis banyudadi
Diposkan oleh :

Banyudadi adalah penyedia dan penyalur benih ikan air tawar, seperti: Gurame, Lele, Nila, Bawal, Patin, Ikan mas, Graskap, Tawes, Nilem, Gabus dan juga beberapa jenis ikan hias seperti: Koi, cupang, Komet, dll yang dihasilkan dari produksi para kelompok-kelompok petani perikanan yang terdaftar di Dinas Perikanan Prop. DI. Yogyakarta maupun Dinas Perikanan se-Kab. di DI. Yogyakarta.

Baca Juga Artikel Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.