Habitat Dan Kebiasaan Hidup Belut

Diposkan oleh : / On Budidaya Belut

Habitat belut adalah di air tawar, seperti sungai, danau, rawa-rawa dan sawah serta dan menyenangi tempat yang dangkal. Belut menyukai perairan yang banyak mengandung lumpur seperti sawah, rawa-rawa, kolam ikan dan pinggiran danau. Belut menyukai perairan tersebut, karena belut merendam atau mengubur diri dalam lumpur. Oleh karena itu, belut spesies Monopterus albus/Fluta alba dikenal sebagai belut sawah karena populasi terbesarnya terdapat di sawah.

Habitat Belut

Belut membuat lubang persembunyian di dalam lumpur. Pada siang hari belut bersembunyi di dalam lubangnya dan akan keluar mencari makan pada malam hari. Karena itu belut dikenal sebagai hewan nokturnal (nocturnal) atau hewan yang aktif pada malam hari. Belut bertahan pada perairan yang minim oksigen dan kekeringan, asalkan masih becek dan tubuhnya masih basah. Hal ini karena belut mempunyai alat pernapasan tambahan, yakni berupa kulit tipis berlendir yang terdapat di rongga mulut. Alat tersebut berfungsi untuk menyerap oksigen secara langsung dan udara, selain insangnya yang digunakan untuk menghirup oksigen di dalam air.

Organ pernapasan tambahan pada ikan biasanya terdapat pada ikan yang hidup di perairan yang minim oksigen, seperti ikan yang hidup di perairan bersuhu tinggi, air tenang, atau perairan yang miskin oksigen akibat adanya penguiaian bahan organik. Organ pernapasan tersebut biasanya berupa arboresen yang terdapat pada bagian rongga buko-faring dan branchi, dinding lambung atau usus dan gelembung renang. Pada belut (Monopterus sp) rongga buko-faring-nya memiliki lapisan mukosa tipis dan berkapiler darah yang berfungsi untuk pernapasan di udara. Sering kali ikan menampakkan sebagian tubuhnya di luar air dan membiarkan bagian ekornya saja yang berada di dalam air, hal ini berarti kapiler-kapiler darah pada kulitnya (cutane) membantu dalam pernapasan (Burhanuddin, 2008).

OIeh karena itu, belut dapat hidup di perairan tenang minim oksigen dan perairan yang berlumpur, karena dapat mengambil oksigen langsung dan udara. Belut juga bertahan hidup di dalam lumpur yang mulai mengering, tapi masih becek. Belut terus bertahan jika kulit tubuhnya masih lembab. Belut akan berjalan mencari sumber air jika lingkungan yang ditempatinya telah mengening. Karena mampu menghirup oksigen langsung dan udara, maka belut bertahan hidup tanpa air cukup lama, asalkan tubuhnya selalu basah.

Pada siang hari, belut berdiam di dalam lubangnya, namun jika terdapat mangsa atau makanan yang dekat dengan lubangnya dengan segera disergap, karena itu belut dapat dipancing pada siang hari. Pada malam hari, belut ke luar dan lubangnya mencari makan di sekitar lubang. Jika bahaya mengancam, belut segera masuk kembali ke dalam lubang.

Belut membuat lubang persembunyian seperti terowongan masuk ke dasar kemudian berbelok, berbentuk huruf “J” atau “L’. Lubang ini berkedalaman sekitar 15 cm dan berdiameter 5-6 cm. Sementara lubang perkawinan belut berbentuk huruf “U” dengan kedalaman 5-10 cm dan panjang 10-20 cm. Lubang yang dibuat belut mempunyai beberapa fungsi, di antaranya sebagai tempat berlindung dan sinar matahani, tempat berlindung dan mangsa, dan untuk menjebak atau menangkap mangsa.

Belut hidup di air tawar dan dataran rendah hingga dataran tinggi, yaitu dan 0 sampai lebih dan 1.200 m di atas permukaan laut (dpl). Belut termasuk jenis ikan yang memiliki toleransi cukup tinggi dan penyebaran wilayah goegrafi yang cukup luas. Namun untuk budi daya belut ketinggian yang cocok adalah 0-1.000 m dpl, ini terkait dengan suhu yang ideal untuk pertumbuhan belut. Belut bisa hidup dengan baik pada suhu 25-32 o Sekalipun, belut dapat bertahan hidup pada perairan minim oksigen dan dasar perairan yang mengandung bahan organik tinggi, namun pada fase larva dan benih, belut tidak dapat bertahan pada perairan minim oksigen. Karena itu, untuk pembenihan, kualitas air yang dibutuhkan adalah suhu 25-32 derajat celcius oksigen 3-7, dan pH 5-7.

Bagikan Artikel Ini Ke Teman Anda.

Facebook Twitter Google+

Tentang Penulis

Penulis banyudadi
Diposkan oleh :

Banyudadi adalah penyedia dan penyalur benih ikan air tawar, seperti: Gurame, Lele, Nila, Bawal, Patin, Ikan mas, Graskap, Tawes, Nilem, Gabus dan juga beberapa jenis ikan hias seperti: Koi, cupang, Komet, dll yang dihasilkan dari produksi para kelompok-kelompok petani perikanan yang terdaftar di Dinas Perikanan Prop. DI. Yogyakarta maupun Dinas Perikanan se-Kab. di DI. Yogyakarta.

Baca Juga Artikel Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.