Dosis Dan Periode Pemberian Makanan Ikan Maskoki

Jumlah makanan (dosis) yang diberikan pada ikan dapat mempengaruhi jumlah makanan yang diserap oleh tubuh. Demikian pula halnya dengan waktu pemberian makanan.

Maskoki yang baru menetas tidak memerlukan pemberian makanan selama 4 – 5 hari, sebab ia memiliki kantung kuning telur (yolk sac) yang merupakan cadangan makanan sebelum mampu mengkonsumsi makanan dari luar. Setelah cadangan makanan tersebut habis, maskoki kecil tersehut mulai mencari makanan di sekelilingnya.

Skala Pemberian Makanan Ikan Maskoki

Dosis makanan yang diberikan pada ikan jdngan terlalu berlebihan agar tidak menciptakan kondisi buruk di dalam air, terutama jika memberikan makanan buatan. Dosis makanan yang umum diberikan dalam satu hari berkisar antara 3 – 5 persen dari berat total ikan yang dipelihara. Makanan ini tidak diberikan sekaligus, tetapi diberikan secara bertahap. Jumlah makanan yang diberikan pada setiap waktu makan tergantung dari frekuensi pemberian. Artinya, jika frekuensi pemberian makanan dilakukan empat kali sehari, maka jumlah yang diberikan pada setiap waktu makan adalah 1/4 dari dosis yang telah ditentukan. Untuk menghindari pemberian makanan secara berlebihan, maka pemberian makanan harus dihentikan apabila 25 persen dari jumlah ikan yang dipelihara telah meninggalkan tempat makannya.

Pemberian makanan yang berlebihan terutama makanan buatan dapat menimbulkan masalah baru, sebab sisa makanan yang mengendap akan mengalami proses pembusukan. Akibatnya, kandungan oksigen di kolam akan menurun dan timbul gas-gas beracun yang dapat membahayakan kehidupan ikan. Penggunaan makanan hidup relatif lebih aman, sebab meskipun diberikan dalam jumlah berlebihan tidak menimbulkan efek yang berbahaya.

Semua hewan membutuhkan waktu tertentu untuk mencerna makanan yang ada di dalam lambungnya. Pada ikan maskoki, waktu yang dibutuhkan untuk mencerna makanan dalam lambungnya berkisar antara 3 – 4 jam. Berdasarkan kenyataan ini agar makanan yang diberikan dapat dikonsumsi lebih banyak sebaiknya maskoki baru diberi makan berikutnya ,setelah 3-4 jam kemudian. Dengan demikian, frekuensi pemberian makanan pada maskoki dapat dilakukan sebanyak 6-8 kali dalam sehari semalam, namun untuk mudahnya petani hanya memberi makan dua sampai tiga kali dalam sehari semalam. Alternatif lain yang dianggap cukup baik adalah memberikan makanan berupa kombinasi antara makanan buatan dan alami. Makanan buatan diberikan pada siang hari dan makanan alami diberikan pada malam hari dengan jumlah lebih banyak. Jika keadaan memungkinkan, sebaiknya pemberian makanan dilakukan secara mekanik dengan peralatan yang dilengkapi timer (alat pengatur waktu) untuk mengatur kapan makanan harus dialirkan ke kolam.

Ikan kecil mempunyai kecepatan mencerna makanan lebih tinggi daripada ikan yang lebih besar. Oleh karena itu, ikan kecilharus lebih sering diberi makanan daripada ikan yang lebih besar.

Bagikan Artikel Ini Ke Teman Anda.

Facebook Twitter Google+

Tentang Penulis

Penulis banyudadi
Diposkan oleh :

Banyudadi adalah penyedia dan penyalur benih ikan air tawar, seperti: Gurame, Lele, Nila, Bawal, Patin, Ikan mas, Graskap, Tawes, Nilem, Gabus dan juga beberapa jenis ikan hias seperti: Koi, cupang, Komet, dll yang dihasilkan dari produksi para kelompok-kelompok petani perikanan yang terdaftar di Dinas Perikanan Prop. DI. Yogyakarta maupun Dinas Perikanan se-Kab. di DI. Yogyakarta.

Baca Juga Artikel Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.