Cara Sederhana Membaca Pasar Bisnis Ikan Lele

Diposkan oleh : / On Berita

Tingginya permintaan konsumen terhadap lele konsumsi bukan hal yang aneh. Selain ikan lele telah lam dikenal masyarakat juga rasanya sudah akrab dilidah dan bergizi tinggi, sehingga masyarakat akan tetap mengkonsumsinya. Ditambah lagi dengan adanya kecenderungan sebagian besar orang untuk mengurangi makanan yang berkolesterol tinggi.

Meski teori mengatakan seperti itu, tapi untuk melihat keadaan yang sebenarnya tetap saja harus dilihat lebih jauh sebelum seseorang terjun dalam bisnis lele. Karena kondisi pasar setiap kota pasti tidak sama. Ada perbedaan jumlah permintaan, jumlah pasokan dan harga. Untuk melihat keadaan pasar lele terakhir dapat dilakukan survei di beberapa tempat penjualan.

Pasar ikan lele banyak

Pedagang pecel lele salah satunya. Pedagang ini bertebaran di setiap kota, baik di kota besar maupun kota kecil. Hampir disetiap pusat atau sudut kota dan sepanjang pinggiran jalan raya mereka mendirikannya. Umumnya penjualan itu dilakukan malam hari, dari sore hingga pagi hari. Konsumennya sangat beragam, mulai dari pejalan kaki hingga orang bermobil mewah.

Survei berikutnya dapat dilakukan di pasar tradisional. Pasar tradisional dapat ditemukan disetiap kota. Baik di ibukota provinsi maupun di ibukota kabupaten dan kota. Bahkan di kota-kota besar, pemerintah daerah setempat biasanya membangun beberapa buah pasar tradisional. Di temapt-tempat tersebut, pedagang ikan termasuk penjual ikan lele konsumsi.

Tak hanya pasar tradisional, supermarket atau toko serba ada juga turut menjual lele. Itu semua dilakukan bukan tanpa alasan, tentu saja karena pemilik tempat itu ingin melayani konsumennya dengan baik. Pada saat konsumen datang semua kebutuhan ada, termasuk ikan lele. Tak perlu lagi harus ke pasar tradisional.

Tempat yang tidak kalah pentingnya dari tempat lain, dalam penjualan lele adalah restoran dan warung nasi, misalnya restoran padang, restoran sunda, warteg (warung tegal). Tempat-tempat itu juga bertebaran dimana-mana, mulai dari pusat kota, pasar, pinggiran jalan hingga ke kecamatan. Tentu saja semua itu karena masakan ikan lele banyak peminatnya.

Pengolah, inilah tempat penjualan yang sangat potensial dimasa nanti. Namun tempat ini belum benar-benar berkiprah, karena supply lele konsumsi untuk tempat-tempat di atas masih kekurangan. Supply lele ke tempat pengolahan hanya terjadi di daerah-daerah tertentu saja yang memang supplynya yang berlebihan. Itupun tidak berlangsung selamanya, hanya waktu tertentu saja. Umumnya mereka mengolah lele menjadi ikan asap atau abon.

Itulah gambaran pasar lele konsumsi. Lalu bagaimana dengan gambaran pasar benih? Tentu saja sangat terkait dengan pasar lele konsumsi. Jika permintaan lele konsumsi di sebuah kota bagus, secara otomatis pasar benih juga bagus, mengingat untuk memproduksi lele konsumsi sangat membutuhkan benih lele. Jumlah yang dibutuhkan juga mneyesuaikan dengan kebutuhan pasar lele kosumsi.

Pengalaman beberapa orang pembudidaya pembenihan ikan lele di berbagai kota menggambarkan bahwa pembeli benih lele (untuk usaha pembesaran lele) biasanya datang sendiri ke tempat budidayanya, padahal mereka baru beberapa bulan saja mendirikan usahanya. Ini terjadi selain kebutuhan lele memang tinggi juga karena mereka lebih senang membeli lele dari daerahnya sendiri daripada harus membeli ke daerah lain. Jadi pasa benihpun akan terbentuk dengan sendirinya.

Dari gambaran di atas jelas, sudah bahwa pasar dan peluang usaha lele di setiap kota di Indonesia baik kota besar maupun kota kecil tidak perlu dikhawatirkan lagi. Jadi jangan khawatir kalau lele yang diproduksinya tidak bisa dijual. Kalaupun tidak bisa dijual di kota tersebut, bisa dijual ke kota lain. Jadi yang jadi masalah bukan pemasaran, tapi bagaimanakah bisa memproduksinya.

[jreview rating=”8″ bestrating=”10″]

Bagikan Artikel Ini Ke Teman Anda.

Facebook Twitter Google+

Tentang Penulis

Penulis banyudadi
Diposkan oleh :

Banyudadi adalah penyedia dan penyalur benih ikan air tawar, seperti: Gurame, Lele, Nila, Bawal, Patin, Ikan mas, Graskap, Tawes, Nilem, Gabus dan juga beberapa jenis ikan hias seperti: Koi, cupang, Komet, dll yang dihasilkan dari produksi para kelompok-kelompok petani perikanan yang terdaftar di Dinas Perikanan Prop. DI. Yogyakarta maupun Dinas Perikanan se-Kab. di DI. Yogyakarta.

Baca Juga Artikel Ini

2 thoughts on “Cara Sederhana Membaca Pasar Bisnis Ikan Lele

  1. Mas Anto

    febbian Yusuf

    Mas Anto mau nanya” nih, saya masih lthan buat trjun di bisnis ikan lele,
    Drmh saya bru ada 2 kolam, ya lelenya dh siap dijual, tpi sya bingungnya mau njual kmn? Krn sya msh tergolong sangatt awam. Trima kasih

    Reply
  2. Mas Anto

    thomas

    mlm mas sy mau mnt saran cara mensiasati pakan ikan lele,krn di tempat sy ( di Makassar )ikan lele diberi pakan usus ayam potong sdgkan usus ayam sangat kurang. mohon bantuan nya,makasih

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.