Budidaya Pembesaran Ikan Nila Pada jaring Apung (KJA)

Karamba jaring apung (KJA) merupakan pola pembesaran ikan nila yang banyak dilakukan di danau atau waduk. Jaring yang digunakan untuk pemeliharaan diapungkan didanau atau waduk dengan bantuan pelampung berupa drum plastik atau drum baja. Untuk mencegah KJA tidak berpindah tempat, petani biasanya menancapkan jangkar di dasar perairan. Pada KJA yang jumlahnya banyak, petani umumnya membangun rumah diatasnya untuk tempat penampungan pakan dan tempat tinggal para pekerja.

Pemesanan Benih ikan nila bisa anda baca di sini

Berikut beberapa syarat perairan untuk pemeliharaan nila di KJA.

  • Kondisi air tidak tercemar serta telah memenuhi persyaratan minimal baku mutu kualitas dan baku mutu budi daya.
  • Kedalaman air minimun 5 meter dari dasar jaring pada saat surut terendah.
  • Suhu air 23-30 derajat celcius dan derajat keasaman (pH) 6,5-8,5.
  • Oksigen terlarut lebih dari 5 mg/liter, amonia (NH3) kurang dari 0,02 mg/liter dan kecerahan yang diukur dengan Secchi disk lebih dari 3 meter.

a. Persiapan Jaring Apung Untuk Kolam nila

  1. Kerangka

Berbahan dasar dari kayu, bambu atau besi yang anti karat. Ukuran jaring apung yang biasa dibuat oleh petani KJA adalah 7×7 m2.

2. Pelampung

Terbuat dari drum plastik atau drum baja ukuran 200 liter berbentuk silindris. Untuk ukuran karamba 7×7 m2 dibutuhkan pelampung sebanyak 8 buah.

3. Tali Jangkar

Berbahan polietilen (PE) dengan panjang 1,5 kali dari kedalaman perairan. Jumlah tali jangkar idealnya sebanyak lima buah dengan diameter 0,75 inchi.

4. Jangkar

Terbuat dari blok beton yang dibungkus karung. Bentuknya segi empat dengan berat masing-masing 200 kg. Untuk satu unit KJA dibutuhkan minimun 5 unit.

5. Jaring

Jaring digunakan sebagai tempat pemeliharaan ikan nila. Bahan jaring sebaiknya terbuat dari polietelin (PE 210 D/12) berukuran mata jaring 1 inchi. Idealnya, jaring berwarna hijau agar sama dengan warna air. Ukuran jaring untuk pemeliharaan nila biasanya memiliki lebar 7 meter, panjang 7 meter dan kedalaman 3 meter. Setelah jaring selesai dibuat, jaring apung bisa segera ditempatkan di danau atau waduk. Namun sebelum digunakan, sebaiknya dibiarkan dulu beberapa hari agar bau plastiknya hilang. Sementara itu, jika jaring apung yang digunakan merupakan jaring bekas pemeliharaan ikan lain, sebaiknya jaring diangkat dan diperiksa terlebih dahulu untuk melihat kondisi fisiknya. Jika terdapat kerusakan atau berlubang, perbaiki terlebih dahulu. Lumut yang menempel tidak perlu dibersihkan karena lumut tersebut akan menjadi makanan bagi ikan nila. Kecuali, lumutnya terlalu banyak dan menyumbat jaring. Jaring berisiko rusak setelah digunakan selama lima tahun. Karena itu, ganti jaring setiap lima tahun sekali.

b. Penebaran Benih Ikan Nila

Benih ikan nila yang berukuran 10-13 cm bisa langsung ditebar di KJA. Namun jika, benih nila masih berukuran 8-10 cm sebaiknya dideder terlebih dahulu dengan bantuan hapa atau jaring yang lebih kecil. Pemeliharaan benih ukuran 8-10 cm hingga menjadi ukuran 13 cm biasanya selama 20 hari.

Jika benih siap tebar sebelumnya dipelihara di dalam jaring apung, proses penebaran benih cukup dengan membuka jaring kecil ke tempat pembesaran benih. Jika benih didapat dengan cara membeli dari luar kota, sebelum ditebar perlu aklimatisasi terlebih dahulu dengan cara merendam plastik tempat benih di dalam air danau dalam KJA selama 15 menit. Setelah itu, benih ditebar dengan cara membuka ikatan plastik dan melepaskan ikannya perlahan-lahan.

Padat tebar pembesaran nila di KJA umumnya 10 ekor/m3. Misalnya, luas KJA berukuran 7×7 meter dengan kedalaman 3 meter maka dapat diisi benih sebanyak 1.470 ekor. Namun, jika kondisi waduk atau danau memiliki kedalaman lebih dari 8 meter seperti di jatiluhur, kedalaman KJA bisa ditambah hingga 7 meter. Semakin dalam KJA berguna untuk menambah populasi ikan nila didalam KJA.

c. Pemberian Pakan Ikan Nila

Pada bulan pertama pakan diberikan setiap hari sebanyak 5% dari biomassa. Setelah itu, pakan cukup diberikan sebanyak 3% dari biomassa. Periode pemberian pakan dalam sehari dibagi tiga kali, yakni pada pagi, siang dan sore hari.

  • Ikan nila strain unggulan memiliki FCR sekitar 0,8-1,2. Artinya, diperlukan konsumsi pakan sebanyak 1 kg.
Pembesaran Ikan Nila Karamba Apung

Pembesaran Ikan Nila Karamba Apung

Bagikan Artikel Ini Ke Teman Anda.

Facebook Twitter Google+

Tentang Penulis

Penulis banyudadi
Diposkan oleh :

Banyudadi adalah penyedia dan penyalur benih ikan air tawar, seperti: Gurame, Lele, Nila, Bawal, Patin, Ikan mas, Graskap, Tawes, Nilem, Gabus dan juga beberapa jenis ikan hias seperti: Koi, cupang, Komet, dll yang dihasilkan dari produksi para kelompok-kelompok petani perikanan yang terdaftar di Dinas Perikanan Prop. DI. Yogyakarta maupun Dinas Perikanan se-Kab. di DI. Yogyakarta.

Baca Juga Artikel Ini

3 thoughts on “Budidaya Pembesaran Ikan Nila Pada jaring Apung (KJA)

  1. Pingback: Teknik Pembesaran ikan Nila Konsumsi | Penyedia bibit ikan air tawar murah

  2. Pingback: Nila pada Kolam Air Deras | Penyedia bibit ikan air tawar murah

  3. Mas Anto

    ugie

    assalamualakum
    ada literatur sirkulasi air pada kolam beton pada pembesaran ikan nila g mas.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.