Budidaya Pembesaran Ikan Gurami

Pembesaran gurami merupakan usaha budi daya yang paling akhir dilakukan. Pembesaran merupakan kegiatan pemeliharaan yang bertujuan untuk menghasilkan ikan ukuran konsumsi.

Dahulu ukuran gurami konsumsi bisa sebesar nampan. Satu ekor ikan dapat disajikan untuk 5-6 orang. Namun, saat ini gurami konsumsi berukuran lebih kecil lagi.

Di pasaran, gurami konsumsi yang terserap berukuran 0,5-1 kg/ekor. Bahkan bisa lebih kecil lagi, yaitu 1 kg berisi 2 atau 3 ekor. Sementara gurami berukuran besar hanya disediakan untuk acara pesta prasmanan.

Di kalangan pembudi daya gurami, usaha pembesaran dibagi menjadi dua segmen, yaitu pembesaran 1 dan 2. Adapun kriteria pembesaran gurami terlihat pada Tabel 1 .

Tabel Kriteria Pembesaran Gurami

Tabel 1 Kriteria Pembesaran Gurami

A. Penentuan Lokasi

Persyaratan teknis dan nonteknis untuk penentuan lokasi pembesaran gurami hampir sama dengan pembenihan gurami. Namun, ada beberapa hal yang perlu dipertegas, yaitu sebagai berikut.

  • Pembesaran gurami dapat dilakukan hampir di semua tempat, mulai dari air tergenang hingga air mengalir. Yang terpenting, ketersediaan air tercukupi, baik kuantitas dan kualitasnya.
  • Lokasi pembesaran gurami sebaiknya lebih dekat dengan usaha pembenihan. Dengan begitu, transportasi benih dari pembenihan ke kolam pembesaran sehingga menekan resiko kematian benih.
  • Lokasi budi daya mudah dijangkau oleh sarana transportasi dan memudahkan pengiriman sarana produksi seperti pakan buatan dan obat-obatan.
  • Secara nonteknis, lokasi aman bagi usaha pembesaran, baik aman dari kondisi alam, gangguan hama, maupun ulah jahil manusia.

B. Penentuan Benih

Banyak pihak yang mengatakan bahwa budi daya ikan termasuk usaha yang untung-untungan. Maksudnya, keuntungan dan kerugian yang akan diperoleh berbeda sangat tipis. Jika gagl, usaha bisa gulung tikar karena kehabisan modal atau pailit (menanggung utang). Salah satu faktor penyebab kegagalan yang sering terjadi disebabkan kualitas benih yang digunakan. Oleh sebab itu, pelaku budi daya pembesaran gurami perlu mencermati kegiatan penentuan benih.

Benih Gurami Yang Siap Tebar

Benih Gurami Yang Siap Tebar

Tabel Standar Benih Gurami Siap Tebar

Tabel Standar Benih Gurami Siap Tebar

 

saat dimasukkan ke dalam media budi daya yang baru, benih gurami perlu melakukan adaptasi. Jika benih berasal dari lokasi yang sama dengan kolam pembesaran maka hal tersebut tidak menjadi masalah. Namun, jika benih didatangkan dari tempat yang jauh maka penyesuaian atau aklimatisasi perlu dilakukan. Aklimatisasi perlu dilakukan karena.

  • adanya perbedaan kualitas air antara lokasi asal benih dan tempat barunya, serta
  • pengaruh transportasi yang jauh dan lama sehingga ikan kekurangan oksigen.

Untuk mengantisipasi hal tersebut diperlukan beberapa langkah yang harus dilakukan sebelum dan saat penebaran.

1) Transportasi benih gurami harus dilakukan dengan hati-hati. Pengangkutan benih berukuran kecil dapat dilakukan dengan pengangkutan tertutup (dengan plastik yang diberi oksigen) maupun terbuka. Pengangkutan terbuka dapat dilakukan dengan melakukan menggunakan bak-bak (blong) plastik atau terpal. Jika bisa, dilakukan penggantian air pada pengangkutan jarak jauh. Penggantian air dilakukan dengan membuang sebagian air dan menggantinya dengan air baru. Selain itu, tambahkan oksigen.

2)  Benih ikan yang terpilih harus disucihamakan menggunakan larutan kalium permanganat (PK) berdosis 4 mg/liter air selama 30 menit. Jika memungkinkan, lakukan aerasi pada waktu pemberian PK. Suci hama juga dapat dilakukan dengan menggunakan garam dapur sebagai media perendaman dengan takaran 10 g/liter air selama 15-30 menit.

3) Penebaran benih dilakukan pada waktu sinar matahari tidak terik, yaitu pada pagi atau sore hari.

4)  Pada waktu penebaran di tempat budi daya yang baru, benih harus diaklimatisasi terlebih dahulu. Biarkan benih beradaptasi dengan sendirinya. Caranya, masukkan benih ikan perlahan-lahan. Biarkan air yang berasal dari pengangkutan bercampur dengan air yang berasal dari media barunya sedikit demi sedikit. Selanjutnya, biarkan benih keluar dengan sendirinya dari wadah pengangkutan ke dalam media budi daya yang baru.

Asal-usul daerah asal benih gurami yang akan ditebar perlu diketahui. Daerah asal benih berpengaruh terhadap hasil budi daya yang dilakukan didaerah lain. Bisa jadi, gurami yang cepat pertumbuhannya disuatu tempat justru lambat pertumbuhannya ketika dibudidayakan ditempat lain. Oleh sebab itu, pastikan bahwa benih yang akan ditebar tidak bermasalah dengan lokasi budidaya yang telah kita siapkan.

Bagikan Artikel Ini Ke Teman Anda.

Facebook Twitter Google+

Tentang Penulis

Penulis banyudadi
Diposkan oleh :

Banyudadi adalah penyedia dan penyalur benih ikan air tawar, seperti: Gurame, Lele, Nila, Bawal, Patin, Ikan mas, Graskap, Tawes, Nilem, Gabus dan juga beberapa jenis ikan hias seperti: Koi, cupang, Komet, dll yang dihasilkan dari produksi para kelompok-kelompok petani perikanan yang terdaftar di Dinas Perikanan Prop. DI. Yogyakarta maupun Dinas Perikanan se-Kab. di DI. Yogyakarta.

Baca Juga Artikel Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.