Budidaya nila pada Karamba Bambu

Selain di KJA, sistem pemeliharaan ikan nila juga banyak dilakukan dikaramba tanam atau karamba bambu. Berbeda dengan  karamba jaring apung yang pemeliharaannya dilakukan di danau atau waduk, sistem karamba ini biasanya dilakukan di sungai atau kali. Dibeberapa sungai pemeliharaan dengan karamba tanam hanya bisa dilakukan pada saat musim kemarau ketika air surut dengan cara tidak boleh menenggelamkan karamba. Jika tenggelam, ikan menjadi kekurangan oksigen dan sulit saat memberikan pakan. Sentra pemelihara nila dengan cara karamba bambu ini tersebar di beberapa daerah, baik di Pulau Jawa, Sumatra, maupun Sulawesi.

Karamba Bambu

dilakukan secara intensif atau murni untuk usaha utama. Banyak petani menjadikan budi daya ikan nila dengan sistem karamba sebagai profesi sampingan atau hobi yang menghasilkan keuntungan.

Dalam proses awalnya , petani membuat karamba berbentuk kotak sesuai kebutuhan. Bahan dasarnya adalah bambu yang dibenamkan dalam tanah didasar sungai. Kedalaman karamba yang ditanam ini bisa mencapai dua meter. Benih ditebar didalam karamba dan diberi pakan setiap hari.

Selain ketersediaan air yang selalu ada, keuntungan lain dari sistem karamba tanam disungai adalah tidak membutuhkan biaya sewa lahan serta pembuatan karamba relatif mudah dan murah.

Sementara itu, kelemahan sistem karamba yakni pemeliharaan disungai-sungai besar yang hanya bisa dilakukan saat musim kemarau. Pasalnya, resiko kerusakan karamba dan terlepasnya ikan menjadi sangat besar pada saat musim hujan. Resiko lainnya adalah kematian ikan karena pencemaran limbah yang dibuang disungai, penyebaran penyakit yang relatif cepat, pencurian, dan lolosnya ikan pada karamba yang telah lapuk (terlalu lama).

Bagikan Artikel Ini Ke Teman Anda.

Facebook Twitter Google+

Tentang Penulis

Penulis banyudadi
Diposkan oleh :

Banyudadi adalah penyedia dan penyalur benih ikan air tawar, seperti: Gurame, Lele, Nila, Bawal, Patin, Ikan mas, Graskap, Tawes, Nilem, Gabus dan juga beberapa jenis ikan hias seperti: Koi, cupang, Komet, dll yang dihasilkan dari produksi para kelompok-kelompok petani perikanan yang terdaftar di Dinas Perikanan Prop. DI. Yogyakarta maupun Dinas Perikanan se-Kab. di DI. Yogyakarta.

Baca Juga Artikel Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.