Budidaya Lele Di Kolam Terpal

Menyiapkan Lahan

Modal utama yang harus dimiliki oleh calon pembudi daya adalah lahan. Lahan yang akan digunakan dalam budidaya lele ini bisa lahan pribadi atau sewa. Jika meninginkan keuntungan maksimal, tentu saja calon petani tersebut harus menggunakan lahan pribadi.

Jika lahan dipekarangan anda sempit, ada berbagai alternatif untuk membuat kolam. Alternatif lain bagi anda yang memiliki lahan mudah menyerap air adalah dengan pembuatan kolam terpal. Dengan langkah ini, setiap calon pengusaha dapat membangun semua fasilitas produksi sesuai dengan kebutuhan dan target-target produksi. Untuk menyiapkan lahan, setiap calon petani harus mempertimbangkan tiga persyaratan lahan, yaitu:

  1. persyaratan tekni
  2. persyaratan sosial dan
  3. persyaratan ekonomis

Lele Di Kolam Terpal

Sumber air dapat menggunakan aliran irigasi, air sumur (air permukaan atau sumur dalam), ataupun air hujan yang sudah dikondisikan terlebih dulu. Parameter kualitas air yang baik untuk pemeliharaan ikan lele adalah sebagai berikut.

  1. Suhu air yang ideal untuk pertumbuhan ikan lele berkisar antara 22-32oC.
  2. Suhu air akan mempengaruhi laju pertumbuhan, laju metabolisme ikan dan nafsu makan ikan ,serta kelarutan oksigen dalam air.
  3. pH air yang ideal berkisar antara 6-9.
  4. Oksigen terlarut di dalam air harus >1 mg/1.

Kolam yang mudah dan murah dalam pembuatannya adalah kolam terpal. Kolam terpal merupakan kolam yang dibangun dengan menggunakan terpal. Dasar maupun sisi-sisi dindingnya dibuat dari terpal.

Pada umumnya pembuatan kolam terpal ini dengan membuat lubang ditanah seperti kolam pada umumnya. Kolam terpal lebih praktis dan mudah digunakan karena dapat mengatasi resiko-resiko yang terjadi baik pada kolam tanah maupun kolam beton.

Terpal yang dibutuhkan untuk membuat kolam adalah jenis terpal yang oleh pabrik. Terpal yang digunakan adalah terpal yang digunakan adalah  terpal yang setiap sambungannya dipres sehingga tidak terjadi kebocoran.terpal jenis inilah yang sangat cocok  digunakan untuk pembuatan kolam ikan.

ukuran  terpal yang di sediakan oleh pabrik bermacam-macam. Ukuran tersebut disesuaikan dengan besar kolam yang kita inginkan. Pembuatan kolam terpal dapat dilakukan di pekarangan atau di halaman rumah. Bahkan, kolam terpal dapat pula dibuat dilahan sempit. Lahan yang digunakan untuk kegiatan ini dapat berupa lahan yang belum dimanfaatkan atau lahan yang telah dikmanfaatkan, tetapi kurang produktif.

Adapun keunggulan pemakaian kolam terpal sebagai berikut.

  1. Dapat diterapkan di lahan terbatas atau lahan sempit.
  2. Dapat diterapkan di lahan atau tanah yang porous (tanah yang menyerap air) atau berpasir, misalnya di dekat pantai.
  3. Biaya investasi murah karena tidak perlu membuat tembok.
  4. Dapat diterapkan didaerah sulit air.
  5. Pembuatannya praktis.
  6. Ikan lele yang dibudidayakan di kolam terpal tidak berbau lumpur.
  7. Ikan lele yang dibudidayakan di kolam terpal jarang diserang penyakit.
  8. Kelangsungan hidup (Survival Rate) ikan lele yang di pelihara dikolam terpal lebih tinggi, yakni bisa mencapai 95%.

Kolam terpal dapat diterapkan untuk  pembenihan, penijahan dan pembesaran hingga menghasilkan lele konsumsi. Budidaya ikan lele di kolam terpal merupakan peluang usaha bagi masyarakat untuk meningkatkan pendapatan, membuka lapangan kerja dan menyediakan protein ikan yang pada akhirnya menggerakkan ekonomi disuatu kawasan.

Dalam pembuatan kolam lele tidak perlu menggunakan lahan yang luas dan memilih tanah yang tidak mudah menyerap air. Saat ini sudah ada teknologi pembuatan kolam yang memungkinkan dilakukan di berbagai kondisi lingkungan yaitu kolam terpal. Dibandingkan kolam konvensional seperti kolam tanah atau kolam tembok, pembuatan kolam terpal lebih mudah dan memiliki banyak keuntungan.

Kolam terpal adalah kolam yang dibuat dengan terpal. Ada beberapa jenis kolam terpal.

Bagikan Artikel Ini Ke Teman Anda.

Facebook Twitter Google+

Tentang Penulis

Penulis banyudadi
Diposkan oleh :

Banyudadi adalah penyedia dan penyalur benih ikan air tawar, seperti: Gurame, Lele, Nila, Bawal, Patin, Ikan mas, Graskap, Tawes, Nilem, Gabus dan juga beberapa jenis ikan hias seperti: Koi, cupang, Komet, dll yang dihasilkan dari produksi para kelompok-kelompok petani perikanan yang terdaftar di Dinas Perikanan Prop. DI. Yogyakarta maupun Dinas Perikanan se-Kab. di DI. Yogyakarta.

Baca Juga Artikel Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.