Budidaya Ikan Nila Di Sawah Dan Padi

Para petani padi, baik di sawah berpengairan teknis (memiliki irigasi) maupun sawah tadah hujan juga mulai melirik untuk melakukan budi daya ikan nila dengan tujuan menambah penghasilan. Petani padi biasanya memelihara ikan nila bersamaan dengan padi. Hal ini biasa disebut dengan sistem pemeliharaan ‘mina padi’.

Budidaya nila di sawah padi

Namun, tidak semua petani dapat menerapkan sistem pemeliharaan ikan nila dengan cara mina padi. Pada sistem pertanaman padi secara intensif, budi daya ikan nila di sawah tidak mungkin dilakukan. Pasalnya, ikan nila akan terganggu atau teracuni akibat pemakaian pestisida. Sistem mina padi ikan nila dilakukan oleh petani padi yang menerapkan sistem pertanian organik, baik yang menggunakan pestisida organik maupun tanpa pestisida.

Pada  pemeliharaan ikan nila dengan sistem mina padi, biasanya petani menebar benih ikan lebih awal daripada penanaman padi. Biasanya satu bulan lebih awal. Pada saat padi berumur 3 bulan dan siap panen, ikan nila sudah berumur 4 bulan dan siap panen.

  • Setiap sistem pemeliharaan memiliki kekurangan dan kelebihan. Secara umum, pada sistem pemeliharaan terbuka seperti tambak, kolam air deras, kolam tanah air tawar dan mina padi sangat berisiko dan rentan terhadap predator. Hal ini tidak terjadi pada sistem karamba bambu dan karamba jaring apung.

Bagikan Artikel Ini Ke Teman Anda.

Facebook Twitter Google+

Tentang Penulis

Penulis banyudadi
Diposkan oleh :

Banyudadi adalah penyedia dan penyalur benih ikan air tawar, seperti: Gurame, Lele, Nila, Bawal, Patin, Ikan mas, Graskap, Tawes, Nilem, Gabus dan juga beberapa jenis ikan hias seperti: Koi, cupang, Komet, dll yang dihasilkan dari produksi para kelompok-kelompok petani perikanan yang terdaftar di Dinas Perikanan Prop. DI. Yogyakarta maupun Dinas Perikanan se-Kab. di DI. Yogyakarta.

Baca Juga Artikel Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.