Bisa Jadi Sentra Lele

Budidaya perikanan darat terutama lele lahan kering (lelaki) di Kabupaten Gunungkidul juga menghadapi ancaman E1 Nino. Dinas Perikanan dan Kelautan DIY merencanakan memberi bantuan armada tanki untuk memasok air kepada kelompok pembudidaya perikanan di daerah ini.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan DIY Ir Titik Sugiarto MSi dalam forum masyarakat perikanan Gunungkidul di Bangsal Sewokoprojo, Selasa (18/8). “Semula daerah ini akan mendapatkan alat bego dari pusat, namun akan dialihkan untuk pengadaan tanki guna antisipasi E1 Nino,” katanya.

Ditambahkan oleh Titik Sugiarto, bahwa pembangunan bidang perikanan Propinsi DIY memberikan perhatian lebih kepada Gunungkidul, mengingat masyarakat di daerah ini memiliki semangat untuk budi daya perikanan, meskipun dengan keterbatasan air. Dengan memanfaatkan air limbah, ternyata masyarakat bisa mengembangkan budidaya lele lahan kering.

Dalam kesempatan tersebut Ir Titik meragukan tentang jumlah produksi perikanan tangkap yang hanya 2 ribu ton pada 2008 lalu. Pihaknya meragukan belum seluruh hasil penangkapan nelayan pantai selatan baik di Kulonprogo, Bantul dan Gunungkidul tercatat karena menghindari restribusi TPI.

Untuk itu pihaknya terus melakukan pendampingan dan pemantauan terhadap produksi perikanan tangkap di beberapa titik pendaratan ikan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul Ir Budi Martono MSi dalam laporannya menyatakan, sektor perikanan di Gunungkidul pada 2009 ini mendapatkan alokasi dana Rp 2 miliar baik dari APBD Gunungkidul, Propinsi maupun dana dari Departemen Kelautan RI.

Bantuan tersebut untuk pengembangan budidaya perikanan Rp 517 juta, pembenihan Rp 46 juta, perikanan tangkap Rp 260 juta, usaha pengelolaan ikan dan pemasaran Rp 300 juta, bantuan selisih harga benih Rp 650 juta, untuk PNPM mandiri bidang perikanan Rp 517 juta.

Sentra Ikan Lele

Ikan Lele

Bagikan Artikel Ini Ke Teman Anda.

Facebook Twitter Google+

Tentang Penulis

Penulis banyudadi
Diposkan oleh :

Banyudadi adalah penyedia dan penyalur benih ikan air tawar, seperti: Gurame, Lele, Nila, Bawal, Patin, Ikan mas, Graskap, Tawes, Nilem, Gabus dan juga beberapa jenis ikan hias seperti: Koi, cupang, Komet, dll yang dihasilkan dari produksi para kelompok-kelompok petani perikanan yang terdaftar di Dinas Perikanan Prop. DI. Yogyakarta maupun Dinas Perikanan se-Kab. di DI. Yogyakarta.

Baca Juga Artikel Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.