Bio Fish Pupuk Cair Organik Dari Ikan

Diposkan oleh : / On Budidaya

Sandi santoso salah seorang yang tinggal di pelabuhan ikan Muncar, menemkan ide kreativ untuk membuat pupuk dari ikan. Karena beliau melihat banyak sekali ikan yang di buang di tempatnya. Dengan melakukan ujicoba kurang lebih 8 tahun sandi berhasil menyatukan ikan-ikan yang mati tersebut menjadi pupuk ikan cair organik.

Proses penelitian akan manfaat ikan-ikan mati sudah dilakukan sandi mulai kelas dua SMP. Saat itu guru sedang mengajarkan proses pembuatan pupuk kompos dari sampah. Nah akhirnya saya berpikir jika sampah saja bisa menghasilkan pupuk yang bagus apalagi ikan yang tentunya mempunyai nilai protein, kalsium yang masih bagus,” kata dia saat di ditemui di rumahnya di Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar.

Demi kelancarab pembuatan pupuk cair organik ini, beliau memilih ikan yang masih segar dan bukan ikan yang busuk. “Di sini kan produksi ikan melimpah. Bahkan pernah karena harganya murah, berton-ton ikan lemuru di buang di tengah laut. Harganya kalau dijual cuma Rp 2.500 per kilogram. Ikan-ikan itu yang saya manfaatkan. Kalau pun ada ikan yang tidak bagus bisa sih dimanfaatkan tapi harus dijemur dulu sampai kering baru di proses untuk mengurangi bakteri,” kata dia.

Bio fish pupuk ikan cair

Sandi pun menjelaskan proses pembuatan pupuk cair tersebut. “Sederhana sih prosesnya. Ikan dihancurkan menggunakan blender dan dicampur juga dengan beberapa sampah pasar seperti buah dan sayur yang sudah busuk. Setelah itu dicampur dengan tetes tebu dan didiamkan selama 14 hari agar mengalami proses fermentasi,” kata dia.

Awalnya produk yang ia buat mengeluarkan bau yang menyengat bahkan sampai diprotes oleh tetangga di sekitarnya. “Saya otak atik dan beberapa kali melakukan ekperimen dan empat tahun lalu saya menemukan formula khusus untuk mengurangi bau. Formulanya juga dari bahan-bahan alami tidak ada unsur kimianya sama sekali,” kata dia.

Sehingga dua tahun terakhir ini ia memberikan label pupuk cairnya dengan nama Bio Fish. “Saya sudah mengurusi perizinannnya,” kata dia.

Saat ini, dia menjual pupuk cairnya seharga Rp 15 ribu per liter. Untuk penjualannya ia dibantu oleh temannya yang juga penyalur pupuk kimia. “Satu bulan minimal saya menjual sekitar 400 botol dengan produksi 60 sampai 100 liter per minggu. Penggunanya banyak di wilayah selatan untuk petani padi dan lombok,” kata dia.

Sandi juga mengatakan pupuk cairnya pernah di uji lab di Universitas Brawijaya secara gratis. “Saya dibantu untuk meneliti kandungan di dalam pupuk cair dan ternyata kandungannya lengkap seperti pupuk kimia. Tapi ini lebih bagus,” kata Sandi sambil menunjukkan surat keterangan dari Universitas Brawijaya.

Untuk menghasilkan satu liter pupuk cair, Sandi membutuhkan setengah sampai 1 kilogram ikan laut. “Ikan apa saja bisa tapi saya memilih ikan yang murah dan saya beli dengan harga antara Rp 200 sampai 4.000 ribu rupiah per kilogram,” kata dia.

Bagikan Artikel Ini Ke Teman Anda.

Facebook Twitter Google+

Tentang Penulis

Penulis banyudadi
Diposkan oleh :

Banyudadi adalah penyedia dan penyalur benih ikan air tawar, seperti: Gurame, Lele, Nila, Bawal, Patin, Ikan mas, Graskap, Tawes, Nilem, Gabus dan juga beberapa jenis ikan hias seperti: Koi, cupang, Komet, dll yang dihasilkan dari produksi para kelompok-kelompok petani perikanan yang terdaftar di Dinas Perikanan Prop. DI. Yogyakarta maupun Dinas Perikanan se-Kab. di DI. Yogyakarta.

Baca Juga Artikel Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.