Berbagai Cara Penetasan Telur Gurami

Setelah masa pemijahan gurami selesai, telur gurami akan menetas secara alami dalam waktu 24 – 48 jam. Bagi anda yang punya media banyak ataupun media terbatas bisa menggunakan beberapa cara untuk menetaskan telur gurami, di antaranya sebagai berikut.

a. Penetasan dalam kolam pemijahan

 

Penetasan Telur Gurami Dalam Ember, Bak

Penetasan telur gurami dalam ember, bak dan juga bisa dalam bentuk apa saja misal seperti corong.

Jika penetasan telur di lakukan di kolam pemijahan, telur di biarkan saja dalam sarang pemijahan. Begitu pula dengan induknya. Induk gurami akan merawat dan melindungi telur dalam sarangnya. Biasanya, waktu pemeliharaan larva di kolam pemijahan berkisar satu bulan. Pada saat pemijahan, kolam dialiri air jernih dan daerah di sekitar sarang di beri rumpon berupa ranting pepohonan atau daun kelapa.

Fungsi rumpon untuk melindungi sarang dari sengatan matahari secara langsung, dan hujan. Selain itu, rumpon juga berfungsi sebagai tempat menempelnya larva gurami. Penetasan dengan cara ini, menghemat tenaga dan biaya. Namun kelemahannya, kolam pemijahan tidak dapat langsung di gunakan untuk pemijahan berikutnya.

b. Penetasan dalam kolam penetasan

Kolam penetesan di khususkan untuk menetaskan telur. Dengan begitu, masa penetasan tidak menganggu aktivitas di kolam pemijahan. Luas kolam penetasan yang di gunakan untuk satu sarang sekitar 3 – 4 m2. Sebelum di gunakan, kolam penetasan perlu di persiapkan terlebih dahulu. Adapun persiapan kolam mencakup perbaikan, pematang, pengolahan dasar kolam dan pengapuran.

Perbaikan kolam meliputi perbaikan pematang dan pintu saluran air agar berfungsi dengan baik dan tidak mengalami ke bocoran. Pada pintu masuk air usahakan di pasang saringan untuk mencegah hama masuk. Kegiatan pengolahan tanah meliputi aktivitas mencangkul, meratakan tanah dan menjemur tanah dasar kolam, serta membuang lumpur yang ada di dasar kolam. Lumpur dapat menyebabkan gangguan pada proses penetasan dan pemeliharaan larva gurami. Jika perlu, dasar kolam di kapur secukupnya dan di tebari pupuk kandang yang telah hancur sebanyak 2-3 kg/m2. Aliri air secara perlahan hingga mencapai ke dalaman 03 – 04 m.

Selanjutnya sarang telur gurami di masukan dan di beri naungan atau rumpon ( berupa daun pisang kering ). Tiga hingga empat hari berikutnya, telur akan mulai menetas.

Berikan pakan sesuai dengan takaran pakan biomas. Biasanya, pemeliharaan larva dalam kolam penetasan berlangsung selama 1 bulan.

c. Penetasan telur gurami dalam ember/akuarium/corong

 

Penetasan dengan cara ini di lakukan dengan cara memindahkan sarang yang sudah penuh telur gurami ke dalam ember/akuarium/corong. Sebelum sarang di pindahkan, sebaiknya sarana pembenihan di sterilkan terlebih dahulu dengan cara merendam dalam air methylene blue dengan konsentrasi 5 ml untuk 5 liter air. Selain itu, pembudidaya juga dapat menggunakan air garam.

Ember yang di gunakan hendaknya mampu menampung air 10 literan atau lebih, sedangkan akuarium yang di gunakan dapat berukuran 100 cm x 50 cm x 40 cm. Isi ember atau akuarium dengan air, tetapi jangan sampai penuh. Selanjutnya, masukan telur beserta sarangnya. Perlu diingat, usahan sarang selalu berada dalam air ketika memindahkan. Satu sarang membutuhkan  2 sampai 3 ember. jika menggunakan akuarium, kepadatan telur dapat di sesuaikan dengan ukuran akuarium. Kepadatan telur gurami di dalam wadah terkontrol (corong ) dengan pemberian aerasi dapat mencapai 4 Р5 butir/cm2. Lemak atau minyak dari sisa pemijahan yang mengapung di permukaan air harus segera di ambil.

Setiap pagi, wadah penampungan di angin-anginkan selama satu jam. pergantian air perlu di lakukan sebanyak 1-2 kali sehari untuk membersihkan sisa lemak dan telur yang mati. Setelah menetas, larva larva di beri makan secukupnya. Pemeliharaan larva di dalam ember ini bisa di lakukan selama 2 minggu sebelum di pindahkan ke kolam pendederan. Dalam akuarium pemeliharaan dapat di lakukan 2-4 minggu.

Pembenihan dalam akuarium di lakukan lebih intensif dengan kepadatan relatif tinggi. Oleh sebab itu, kualitas air sangat penting di perhatikan sehingga di butuhkan beberapaperalatan penunjang. Berikut beberapa alat penunjang yang di maksud.

  • Aerator atau blower, untuk menyuplai oksigen. Selain padat penebaran larva tinggi, suplai air biasanya memanfaatkan sumur atau PDAM yang kandungan oksigennya lebih rendah di banding sungai. Maka peran suplai oksigen sangat di butuhkan.
  • Pemasangan pipa dan selang plastik untuk mengalir oksigen ke dalam akuarium.
  • Water hater untuk menghangatkan air apabila air mengalami penurunan suhu.
  • Selang sifon untuk membersihkan kotoran ikan.
  • Pompa air, untuk menyuplai air bersih ke dalam akuarium.
  • Lampu penerangan ketika malam.
  • Tes kit, untuk mengecek kualitas air. Minimal tes kit yang ada berupa kertas lakmus atau PH meter untuk mengukur PH akuarium.
  • Zat-zat kimia obat seperti:
    1. Methylene blue, untuk membunuh jasad renik pada waktu penetasan telur
    2. Sodium bikarbonat, untuk menaikan PH
    3. Asam fosfat, untuk menurunkan PH
    4. Dan antibiotik, untuk mengobati serangan microorganisme

Faktor penting dalam pemeliharaan larva dan benih ikan gurami di antaranya kualitas larva dan benih, pakan, serta kualitas air. Kualitas larva di tentukan oleh kualitas telur. Larva yang bermutu di hasilkan oleh telur yang bermutu pula. Sementara pakan alami merupakan faktor penting dalam pemeliharaan larva, bahkan menjadi faktor pembatas pembenihan.

Agar di peroleh hasil produksi benih yang optimal, ada beberapa faktor yang dapat di jadikan pertimbangan.

  • Pada minggu-minggu awal dalam bulan pertama kehidupannya, larva merupakan pemakan daging. Untuk memacu dan mempertahankan kesehatan benih maka pakan harus di berikan secara intensif.
  • Perkembangan labirin pada minggu ke tiga dan ke empat memungkinkan adanya tambahan penyediaan oksigen karena adanya labirin. Pembetukan labirin menimbulkan perubahan fisiologis yang cukup besar dalam tubuh gurami sehingga rentan terhadap kematian.
  • Pemberian pakan secara intensif larva gurami hingga mencapai ukuran 10cm cukup berpengaruh terhadap kecepatan pertumbuhannya. Menurut FAO pada tahun 1962, gurami dengan ukuran 10cm di peroleh dalam waktu 6 bulan pemeliharaan. Namun dengan pemberian pakan secara intensif dan perawatan yang benar, waktu pemeliharaan yang di butuhkan hanya 2-3 bulan saja.

Kami berusaha memberikan info info yang nyata dan mudah-mudahan bisa di terapkan secara baik dan benar. Harapan kami apa yang kami tulis bisa bermanfaat bagi pembaca banyudadi dan rekan-rekan di bidang perikanan terutama. Apabila ada hal yang anda kurang mengerti insyallah kami siap membantu.

Bagikan Artikel Ini Ke Teman Anda.

Facebook Twitter Google+

Tentang Penulis

Penulis banyudadi
Diposkan oleh :

Banyudadi adalah penyedia dan penyalur benih ikan air tawar, seperti: Gurame, Lele, Nila, Bawal, Patin, Ikan mas, Graskap, Tawes, Nilem, Gabus dan juga beberapa jenis ikan hias seperti: Koi, cupang, Komet, dll yang dihasilkan dari produksi para kelompok-kelompok petani perikanan yang terdaftar di Dinas Perikanan Prop. DI. Yogyakarta maupun Dinas Perikanan se-Kab. di DI. Yogyakarta.

Baca Juga Artikel Ini

9 thoughts on “Berbagai Cara Penetasan Telur Gurami

  1. Pingback: Pemilihan Telur Gurami Perlu Di lakukan | Penyedia Bibit Ikan Air Tawar Murah

  2. Mas Anto

    Maz Gie

    Terimakasih untuk info nya pak anto.
    Pengin belajar lbh dalam soal budidaya gurami. Sayang pisisi kita berjauahan.

    Reply
  3. Mas Anto

    are

    Telor yg sudah menetas dan berumur 5 hari apa sudah siap di pindahkan kekolam pak?terima kasih.

    Reply
  4. Mas Anto

    yudi

    harga telur gurame berapa pak…umpama saya ambil ditempat bapak,apakah nantinyya bapak mau membeli bibit ikan guraminya

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.