Beberapa Media Budidaya Lele

1. Kolam Tanah

Kolam tanah dibuat pada media tanah. Pada umumnya, budidaya lele yang menggunakan tanah ini dilaksanakan didaerah yang memiliki jenis tanah tidak mudah menyerap air atau berporous. Berikut ini kelebihan dari kolam tanah.

Kolam Tanah Untuk Lele

  • Biaya pembuatan kolam relatif murah, karena hanya membutuhkan proses penggalian tanah, tanpa harus membeli semen dan beton.
  • Kolam tanah akan membantu penyediaan pakan alami untuk ikan terutama plankton.
  • Proses perombakan sisa pakan dan metabolisme bisa terjadi secara alami.

Di samping kelebihannya, tentu saja kolam tanah memiliki beberapa kekurangan ketimbang kolam lele jenis lainnya. Berikut ini kekurangan kolam tanah untuk budidaya ikan lele.

  • Kondisi kolam tanah rentan terhadap terjadinya kebocoran. Kebocoran ini dapat terjadi akibat hewan perusak seperti kepiting atau tekanan air baik didalam atau diluar kolam.
  • Peternak dapat mengalami kesulitan untuk mengontrol hewan predator.
  • Debit air yang masuk ke dalam kola sulit dikontrol.

Berikut ini hal-hal yang perlu diperhatikan dan jika akan menggunakan kolam tanah untuk awal budidaya lele.

a. Usahakan kemiringan dasar kolam dari pemasukan ke arah pengeluaran 1-2%.

b. Dasar kolam sebaiknya dibuat rata dan dilengkapi dengan sistem kemalir atau selokan di dalam kolam untuk memudahkan pemanenan.

c. Jangan lupa untuk memasang saringan pada pintu masuk air untuk mencegah masuknya hewan liar.

d. Perbaikan pematang dan dasar kolam.

e. Sebelum kolam diisi air sebaiknya dilakukan pengapuran dengan menggunakan kapur tohor sebanyak 50-200 gram/m2.

f. Penggaraman kolam diperlukan garam sebanyak 200-300 gram/m3.

g. Kolam diisi air dengan ketinggian 100-120 cm.

Adapun cara membuat kolam tanah untuk budidaya ikan lele sebagai berikut.

1. Kolam digali dengan ukuran panjang 25 x 10 m dengan kedalaman kolam 80-180 cm. Kolam dibuat dengan kemiringan 3% dengan cara setiap panjang 10 m dibuat selisish ketinggian 30 cm.

2. Lebar pematang atas dibuat setinggi 1m. Sementara itu, pematang bawah 3m. Selanjutnya, tanah dipadatkan. Kemudian tanah ditimbun dan diinjka-injak agar padat.

3. Di sekeliling pematang atau ditengah kolam dibuat cerukan atau kemalir untuk pengeluaran air dengan kebar 50 cm kedalaman minimal 20 cm.

4. Saluran air dapat dibuat dengan pipa paralon ukuran 4″. Pipa tersebut diberi saringan kawat.

5. Pipa pemasukan berada diatas kolam dengan jarak 20 cm dari permukaan pematang. Pipa pemasukan sebaiknay menjorok ke dalam dengan panjang 1 m. Sementara itu, pipa pemasukan berjarak tidak kurang dari 75 cm dari dasar kolam. Pipa pengeluaran ada 2 buah, bagian atas untuk mengatur ketinggian air dalam kolma dan bagian bawah untuk pengurasan.

2. Kolam Terpal Dengan Dinding Tanah

Kolam Terpal Dinding Tanah

Adapun cara pembuatan kolam terpal dengan menggunakan dinding tanah untuk budidaya lele sebagai berikut.

  1. Gali tanah sesuai dengan ukuran kolam 1 x 2 m dengan kedalaman kurang lebih 50 cm.
  2. Tanah hasil galian tadi digunakan untuk tanggul disisi kolam dan dipadatkan. Agar tanggul tersebut kuat, permukaan tanggul di beri batako/bata merah supaya permukaannya rata.
  3. Setelah penggalian selesai, dasar kolam diberi sekam secara merata.
  4. Pasang terpal dan ratakan agar tidak ada permukaan yang menggelembung.
  5. Di atas terpal diberi  batako/bata merah lagi supaya aman dan rapi.

Metode kolam terpal memiliki keuntungan dan kerugian.

a) Keuntungan pemeliharaan lele dengan metode kolam terpal

  • Dapat diterapkan di berbagai tempat.
  • Mudah dibersihkan dan dipindahkan.
  • Pengontrolan ikan lebih mudah.
  • Pengaturan tingkat kepadatan ikan lebih mudah.
  • Ikan tidak berbau lumpur atau tanah.

b) Kerugian pemeliharaan lele dengan metode kolam terpal

  • Biaya pembuatan kolam mahal.
  • Kolam tidak permanen.
  • Pemberian makanan tambahan lebih banyak karena kolam terpal mengandung sedikit unsur hara.
  • Sobeknya terpal dapat membuat kolam bocor dan kering.
  • Menggunakan peralatan yang lebih banyak , terutama untuk menjaga kualitas air.

Metode awal yang biasa digunakan untuk para pembudidaya lele, yang akan memulai usaha disarankan untuk membuat satu kolam terpal berukuran 5m x 2m dengan kedalaman 125-130 cm. Ukuran kolam seperti ini biasanya menggunakan terpal berukuran 8m x 5m atau terpal yang memiliki luas 40 m2. Kolam ini dapat dibuat dibawah permukaan tanah.

Selain berfungsi untuk menahan tekanan air, kolam yang berada dibawah permukaan tanah juga lebih menguntungkan. Petani akan lebih mudah untuk mengontrol ikan lele didalam kolam.

Ada banyak ukuran yang bisa digunakan untuk membuat kolam terpal. Dengan asumsi untuk 1m kolam terpal dapat menampung sebanyak 100 ekor ikan lele. Jika petani lele menggunakan kolam ukuran 2m x 5m petani tersebut bisa mengisi kolam dengan benih sebanyak 1000 ekor.

Usahakan lahan yang digunakan adalah lahan yang terbuka. Artinya todak ada pohon yang menaungi secara langsug di atas kolam. Kalaupun memerlukan pohon peneduh, maka jumlahnya tidak usah terlalu banyak dan hanya di sekeliling tepi lahan saja.

Bagikan Artikel Ini Ke Teman Anda.

Facebook Twitter Google+

Tentang Penulis

Penulis banyudadi
Diposkan oleh :

Banyudadi adalah penyedia dan penyalur benih ikan air tawar, seperti: Gurame, Lele, Nila, Bawal, Patin, Ikan mas, Graskap, Tawes, Nilem, Gabus dan juga beberapa jenis ikan hias seperti: Koi, cupang, Komet, dll yang dihasilkan dari produksi para kelompok-kelompok petani perikanan yang terdaftar di Dinas Perikanan Prop. DI. Yogyakarta maupun Dinas Perikanan se-Kab. di DI. Yogyakarta.

Baca Juga Artikel Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.