Asal Usul Ikan Cupang

Diposkan oleh : / On Cupang

perairan air tawar di Asia menyediakan begitu banyak plasma nutfah, termasuk cupang. Ikan dari keluarga Anabantidae ini merupakan ikan labirin yang dulu disebut sebagai ikan akuarium orang Thailand. Selanjutnya, ikan ini dikembangkan dengan teknologi sederhana melalui perkawinan yang sukses ala petani Thailand sebagai akibat dari suatu interaksi sosial manusia yang ketika itu menjadikan cupang sebagai ikan aduan.

Mereka membentuk suatu kelompok yang saling mengenal untuk menernakkan cupang. Kelompok itu disebut juga klub yang menangani budi daya dan pemasaran cupang. Sekitar tahun 1960-an dikenal cupang siam dari Thailand yang masuk ke Indonesia. Di Thailand cupang plakat Thai dibedakan menjadi 2 jenis, yakni cupang plakat yang memiliki sirip pendek dan sirip yang lebih lebar. Keduanya telah dikembangkan dari jenis cupang yang ditangkap dari alam.

Betta splendens ditangkap liar sekitar 40 tahun yang lalu dari parit-parit dan persawahan. Para petani kemudian menyilangkannya dengan beberapa jenis cupang lokal yang kemudian menghasilkan cupang dengan warna-warna cerahnya seperti dicat. Beberapa jenis hasil silangan serupa dengan induk betina ataupun jantan. Para peternak justru mencari strain baru yang menghasilkan bentuk ekor lebih baik dan warna lebih memikat.

Di Thailand, menyabung cupang sama dengan menyabung ayam. Kebiasaan ini menjadi tradisi yang mendatangkan keuntungan finasial dari sektor pariwisata. Tradisi tersebut berlangsung sejak ratusan tahun hingga menghasilkan berbagai cupang silangan yang memiliki sirip luar biasa dan menghebohkan para pecinta ikan hias. Muncul satu warna gelap dengan sirip merah atau warna gelap dengan sirip transparan dan sisik bagai naga.

Sampai tahun 1928, Amerika belum mengenal cupang hias. Baru dua tahun kemudian ketika dua pengirim cupang dari Thailand sampai ke San Fransisco membawa cupang berwarna gelap dengan sirip merah berekor panjang yang menghebohkan pemilik akuarium di negeri Paman Sam tersebut. Apa pun alasannya, menernakkan cupang di Thailand adalah intervensi manusia terhadap cupang. Beratus-ratus tahun yang lalu membudidayakan cupang bukan untuk tujuan komersil, tetapi hanya iseng karena ada dorongan sosial kemasyarakatan. Namun kini memelihara cupang telah menjadi sebuah ajang studi bagi anak-anak di Thailand. Sejak kecil mereka sudah mengadu cupang dengan sesama temannya. Hal ini pun sering terlihat di negara Asia lainnya seperti di Indonesia. Dengan kata lain, sejak kecil telah ditanamkan norma-norma untuk mengembangkan cupang untuk mendapatkan cupang yang berkualitas.

asal usul cupang

A.  Apa Itu Betta Splendens?

Betta splendens atau Siamese Fighting Fish memiliki warna alami hijau pupus dan warna cokelat yang tidak terang. Spesies liar cupang ini ada yang berekor pendek, panjang dan jarang memiliki warna tegas. Sementara itu, Betta splendens yang sekarang dikenal hobiis dan menghiasi akuarium adalah cupang hasil silangan dengan warna tegas dan cerah. Betta splendes menampilkan warna yang kuat ketika marah. Cupang ini akan melebarkan sirip dan ekornya untuk menantang musuh yang didekatkan kepadanya. Aslinya, Betta mempunyai sekitar 50 spesies yang beredar di perairan Asia, Afrika dan Amerika. Betta yang berbintik atau Betta picta dikenal sebagai cupang asli Thailand.

a.  Penampilan Ekor dan Perubahan Warna

Saat ini para peternak sudah mengembangkan berbagai jenis ekor cupang yang lebih menarik, seperti crown tail yang berumbai bagai mahkota, halfmoon dengan sirip ekor yang tegak membentuk setengah lingkaran, plakat yang bersirip pendek dengan aneka warna menarik, serta double tail yang memiliki dua cuping yang stabil membuka dan rapat.

Warna cupang pun sudah jauh berubah, kalau dulu kita hanya mengenal warna merah, hijau dan biru, kini muncul warna-warna transparan, putih seperti opaq, belang-belang seperti marble, hitam, merah darah dan berbagai kombinasi lain yang menyebabkan ikan dikatakan seperti naga atau berwarna logam seperti tembaga, emas dan platina. Dengan variasi warna yang sangat memikat ini cupang dikatakan sebagai “Permata Dunia Timur”.

b. Perubahan Perilaku

Sebagai jawaban pada situasi marah, cupang biasanya akan membuka tutup insangnya atau opercula. Sirip dan insangnya membuka sebagai sebuah tindakan menantang lawan atau ingin meminang wanita, tergantung jenis kelamin mana yang mendekatinya. Sebagai sambutan, cupang jantan atau betina lain yang didekati akan membuka sirip dan insangnya. Bagi jantan lain yang menyambut, warnanya akan lebih pekat dan lebih cerah, sedangkan bagi betina yang mendekat dan menyambut pinangan si jantan, tubuh si betina akan berbelang-belang yang menandakan suatu sambutan hangat dan menyenangkan.

Pengamatan perilaku agresif cupang tidak hanya dilakukan dengan mendekatkan akuarium cupang lain ke akuarium cupang peliharaan kita, tetapi bisa juga dengan menggunakan cermin yang akan menyebabkan cupang peliharaan kita menjadi garang dan marah. Cara ini tidak akan merusak fisik cupang.

Bagikan Artikel Ini Ke Teman Anda.

Facebook Twitter Google+

Tentang Penulis

Penulis banyudadi
Diposkan oleh :

Banyudadi adalah penyedia dan penyalur benih ikan air tawar, seperti: Gurame, Lele, Nila, Bawal, Patin, Ikan mas, Graskap, Tawes, Nilem, Gabus dan juga beberapa jenis ikan hias seperti: Koi, cupang, Komet, dll yang dihasilkan dari produksi para kelompok-kelompok petani perikanan yang terdaftar di Dinas Perikanan Prop. DI. Yogyakarta maupun Dinas Perikanan se-Kab. di DI. Yogyakarta.

Baca Juga Artikel Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.