Analisis Usaha Budidaya Ikan Nila

Budidaya nila di setiap lokasi perhitungan tidak akan sama, kami contohkan satu persatu , di antaranya pada postingan, Analisis Usaha Pembenihan Ikan Nila dan pada postingan ini. Penulisan ini berdasarkan pengalaman beberapa petani kami di yogyakarta, berikut ini adalaha rinciannya.

Analisis Usaha Pembesaran Ikan Nila Di Kolam Air Tenang

a. Biaya Investasi

Analisis Usaha Pembesaran Ikan Nila Di Air Tenang

b. Biaya Produksi (6 bulan)

  1. Pembelian benih (100 kg x Rp.20.000/kg)            = Rp.2.000.000
  2. Pakan (3.000 kg x Rp.6.250/kg)                                 =Rp.18.750.000
  3. Tenaga kerja (6 bulan x Rp.600.000/bulan)         =Rp.3.600.000
  4. Biaya operasional lain                                                      =Rp.3.000.000
  5. Total biaya produksi                                                        =Rp.27.350.000

c. Hasil Penjualan dan Keuntungan

Benih ikan seharga Rp.20.000/kg berisi sekitar 80 ekor benih/kg. Jika pembelian sebanyak 100 kg, berarti terdapat 8.000 ekor benih yang ditebar. Saat panen di kolam air tenang, biasanya jumlahnya berkurang karena mortalitas sebanyak 25%. Karena itu, sisanya menjadi 6.000 ekor. Setelah masa pemeliharaan 6 bulan, menghasilkan ikan nila dengan bobot 500 gram/ekor. Sehingga saat panen menghasilkan 3.000 kg.

  • Biaya Investasi            =Rp.875.000
  • Biaya Produksi            =Rp.27.350.000
  • Harga Jual Ikan           =Rp.15.000/kg
  • Jumlah Panen              =3.000 kg
  • Penjualan per priode (6 bulan)   =Harga jual ikan x Jumlah Panen  =Rp.15.000/kg x 3.000 kg  =Rp.45.000.000
  • Keuntungan per periode (6 bulan) =Penjualan per periode – (biaya investasi+biaya produksi)     =Rp.45.000.000 – (875.000+27.350.000) =Rp.16.775.000
  • Keuntungan per bulan               =Keuntungan per periode : 6  = Rp.16.775.000  =Rp.2.795.800

Analisis Usaha Pembesaran Ikan Nila Di Jaring Apung

Contoh perhitungan ini berdasarkan perhitungan pada bulan Oktober 2009. Rincian harga berdasarkan pada harga di sekitar Ngasinan,Sumberlawang. Harga barang untuk biaya produksi di peroleh dari harga termahal, sedangkan perhitungan harga jual merupakan rata-rata termurah yang berlaku di Kedung Ombo saat itu.

Pada perhitungan usaha di karamba jaring apung ini, mortalitas yang dihitung ini mengacu pada kebiasaan yang terjadi di Kedung Ombo, yakni sekitar 30%. Sementara itu, penyusutan karamba dihitung untuk tiga tahun. Jika dalam satu tahun dilakukan pembesaran sebanyak dua kali periode, biaya investasi yang dibebankan dalam satu kali periode dibagi enam.

a. Biaya Investasi

No

Uraian

Biaya

1

Pembuatan karamba (2 x Rp. 6.000.000

Rp. 12.000.000

2

Rumah jaga/Gudang Apung

Rp. 9.000.000

Total Biaya Investasi

Rp. 21.000.000

b. Biaya Produksi (6 bulan)

Biaya produksi nila 6 bulan

c. Hasil Penjualan dan Keuntungan

Benih ikan dengan harga Rp.20.000/kg berisi sekitar 80 ekor benih/kg. Jika pembelian sebanyak 200 kg, berarti terdapat 16.000 ekor benih yang ditebar. Saat panen, biasanya jumlahnya berkurang karena mortalitas sebanyak 30%. Karena itu, sisanya menjadi 11.200 ekor. Setelah masa pemeliharaan 6 bulan, menghasilkan ikan nila dengan bobot 600 gram/ekor. Sehingga saat panen menghasilkan 6.720 kg.

  • Biaya Investasi =Rp.21.000.000
  • Biaya produksi =Rp.51.600.000
  • Harga jual ikan =Rp.15.000/kg
  • Jumlah panen = 6.720 kg
  • Penjualan per periode (6 bulan) =Harga jual ikan x jumlah panen = Rp.15.000/kg x 6.720 kg =Rp.100.800.000
  • Keuntungan per periode (6 bulan) =Penjualan per periode – (biaya investasi+biaya produksi) =Rp.100.800.000 – (21.000.000 + 51.600.000) =Rp.49.200.000
  • Kauntungan per bulan =Keuntungan per periode : 6 bulan = Rp.49.200.000 : 6 = Rp.8.200.000

Bagikan Artikel Ini Ke Teman Anda.

Facebook Twitter Google+

Tentang Penulis

Penulis banyudadi
Diposkan oleh :

Banyudadi adalah penyedia dan penyalur benih ikan air tawar, seperti: Gurame, Lele, Nila, Bawal, Patin, Ikan mas, Graskap, Tawes, Nilem, Gabus dan juga beberapa jenis ikan hias seperti: Koi, cupang, Komet, dll yang dihasilkan dari produksi para kelompok-kelompok petani perikanan yang terdaftar di Dinas Perikanan Prop. DI. Yogyakarta maupun Dinas Perikanan se-Kab. di DI. Yogyakarta.

Baca Juga Artikel Ini

8 thoughts on “Analisis Usaha Budidaya Ikan Nila

  1. Mas Anto

    sumoxi

    budidaya ikan sekarang sudaH MULAI banyak peminatnya,,jadi akan menjadi ladang penghasilan bagi pembudidaya

    Reply
  2. Mas Anto

    Buchori

    Pak anto..sy pak buchori dr univ pgri semarang..sy minta almt emailnya..krn mau beli ikan patin..suwun

    Reply
  3. Mas Anto

    Saifur rohman

    Maaf sedikit koreksi klo lihat ukuran kolam yg hanya 400² klo d hitung2 padat tebar mencapai 15 per m² dg jumlah ikan 6000 analisanya kok g pake bantuan aerasi ato kincir, analisa d atas apa sudah d terapkan ato blm.tks

    Reply
  4. Mas Anto

    Indra

    Salam..kebetulan punya lahan sekitar 2500m2… Tertarik jg main ikan..walaupun blm ada pengalaman… Kalau dibuat kolam tanah gitu…apa perlu sistem filter2 dan aerasi gitu? Saya liat2 sistem filter2 n aerasi kok rumit amat ya hehe

    Reply
  5. Mas Anto

    Arya

    Mas, Kalo biaya pembuatan 1 tempat keramba ikan 4×6 kira” berapa ya ?

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.